Respons Ronaldo Usai Cetak Rekor Lagi di Liga Champions

Respons Ronaldo Usai Cetak Rekor Lagi di Liga Champions

Madrid – Cristiano Ronaldo kembali mencatatkan namanya di buku rekor Liga Champions. Rekornya itu dia ciptakan saat Real Madrid menang 3-2 atas Borussia Dortmund di Santiago Bernabeu, Rabu (6/12/2017) atau Kamis dini hari WIB pada fase babak grup.

Ronaldo mencetak satu gol ke gawang Borussia Dortmund. Itu merupakan golnya yang kesembilan di Liga Champions musim 2017/18.

Dengan golnya itu, Ronaldo berhasil mencetak gol dalam enam pertandingan di fase grup Liga Champions. Dia menjadi pemain pertama yang berhasil melakukannya sejak musim 1992/93.

“Saya sangat senang kami berhasil menyelesaikan fase grup Liga Champions dengan baik. Saya juga berhasil mencetak gol untuk membantu tim meraih kemenangan. Itu sebuah rekor yang penting, saya sangat senang,” ucap Ronaldo, dikutip dari Marca.

Sejak memulai kariernya sebagai pesepak bola profesional, Ronaldo sudah mencetak 115 gol dari 152 penampilan di kompetisi Eropa.

Ronaldo mengatakan, dia punya ambisi besar bersama Real Madrid musim ini. Pria berusia 32 tahun itu menargetkan meraih trofi Liga Champions untuk ketiga kalinya secara beruntun.

“Mudah-mudahan kita bisa memenangkan Liga Champions lagi. Tujuan kami musm ini adalah, kembali memenangkan Liga Champions,” ucap mantan penggawa Manchester United tersebut.

 

Conte Tidak Gentar dengan Barcelona dan PSG

Conte Tidak Gentar dengan Barcelona dan PSG

London – Antonio Conte mengaku tidak takut jika Chelsea dipertemukan dengan Barcelona atau Paris-Saint Germain (PSG) pada fase knock out atau 16 besar Liga Champions. Dengan berada di posisi kedua grup C, Chelsea akan berada di pot kedua.

Ini menempatkan mereka berpeluang menghadapi tim-tim yang menjuarai grup seperti Barcelona dan PSG yang bakal berada di pot 1. Chelsea kehilangan kesempatan juara grup C usai diimbangi Atletico Madrid 1-1 di laga terakhir, Rabu (6/12/2017) dini hari WIB.

Chelsea kalah head to head dari AS Roma meski memiliki poin sama, 11 dan unggul produktivitas gol. Pada laga sebelumnya, AS Roma sempat hajar Chelsea 3-0 dan imbang 3-3 pada pertemuan dua leg.

Gol Stevan Savic menyelamatkan Chelsea dari kekalahan lawan Atletico Madrid. Klub sekota Real Madrid itu unggul terlebih dahulu lewat gol Saul Niguez.

“Saat Anda lolos ke fase berikutnya di Liga Champions, Anda harus selalu siap untuk menghadapi tim terbaik,” kata Conte seperti dikutip soccerway.

Meski begitu, Chelsea juga bisa saja jumpa dengan Besiktas yang berada di puncak klasemen grup dan mengisi pot 1. Namun Conte menegaskan Chelsea harus siap menghadapi klub manapun.

“Kami bisa jumpa Barcelona, PSG atau Besiktas namun kami harus siap. Ini turnamen terbaik. Itulah mengapa ingin lolos dan protagonis di turnamen ini,” ujarnya.

“Di sisi lain, lawan juga tak akan bahagia melawan kami. Kita tunggu apa yang terjadi.”

Bagi Conte, kelolosan Chelsea ke fase selanjutnya pantas disyukuri. Meski The Blues tidak puncaki klasemen, itu tidak jadi soal baginya.

“Terkadang tidak begitu penting apakah Anda berada di posisi pertama. Kami lolos ke fase selanjutnya dan kami harus bahagia. Setelah penampilan seperti ini, pelatih pasti bahagia,” ujarnya.

Italia Absen, Valentino Rossi Tak Punya Jagoan di Piala Dunia

Italia Absen, Valentino Rossi Tak Punya Jagoan di Piala Dunia

Valencia – Valentino Rossi secara tegas tidak akan mendukung tim nasional manapun selama Piala Dunia 2018 berlangsung di Rusia. Hal ini dikarenakan Italia gagal lolos ke event sepak bola empat tahunan tersebut setelah tersingkir di babak playoff.

“Sungguh disayangkan Italia tidak ada di sana. Saya tidak akan mendukung tim manapun musim panas ini,” tegas Rossi seperti dikutip dari GPOne, Minggu (3/12/2017).

Pertengahan November lalu, publik sepak bola di dunia dikejutkan dengan hasil pertandingan leg kedua playoff kualifikasi Piala Dunia 2018 yang mempertemukan Italia versus Swedia. Pasalnya, hasil imbang tanpa gol mengubur mimpi Gli Azzurri berangkat ke Rusia.

Sementara Swedia berhak lolos ke Piala Dunia 2018 setelah menang agregat 1-0. Gianluigi Buffon dkk setidaknya mengulang sejarah kelam 15 Januari 1958. Saat itu Italia kalah di laga pemungkas penyisihan Grup 8 dengan skor 1-2 atas Irlandia Utara.

Kegagalan ini membuat pemain senior seperti Buffon yang langsung memutuskan pengunduran dirinya alias pensiun dari timnas Italia. Sebenarnya kiper legendaris itu berniat untuk mengakhiri kariernya di timnas setelah Piala Dunia 2018, namun siapa sangka perjalanannya lebih cepat dari yang diperhitungkannya.

Selain Buffon, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) juga memecat pelatih Gian Piero Ventura. FIGC kabarnya bakal merekrut Carlo Ancelotti sebagai pelatih timnas Italia berikutnya.

Selain Ancelotti, FIGC juga disebut mengincar tanda tangan Roberto Mancini dan Antonio Conte. Mancini saat ini melatih Zenit St Petersburg di Liga Rusia, sementara Conte melatih Chelsea.

Meski terkenal sebagai pembalap MotoGP, Rossi tak segan menunjukkan ketertarikannya pada sepak bola. Pembalap berjuluk The Doctor ini kabarnya merupakan fans Inter Milan.

Rossi bahkan sempat mengutarakan kesedihannya saat Inter terpuruk musim lalu. “Kami selalu menganggap Inter Milan luar biasa, meski kami harus berpura-pura,” ujar Rossi.

 

Derbi Manchester, Guardiola Ingin Pogba Perkuat MU

Derbi Manchester, Guardiola Ingin Pogba Perkuat MU

Manchester – Manchester United (MU) tak bisa menurunkan kekuatan penuh saat melakoni derbi Manchester melawan Manchester City, akhir pekan ini. Itu karena The Red Devils tak akan diperkuat gelandang Paul Pogba.

Pogba harus menerima petaka saat membela MU melawan Arsenal di Emirates Stadium, Sabtu (2/12/2017). Saat itu, ia harus menerima kartu merah langsung usai menginjak kaki Hector Bellerin dengan sengaja.

Dengan insiden itu, sudah pasti Pogba absen saat MU menjamu Manchester City pada pekan ke-16 Liga Inggris 2017/2018 di Old Trafford, Minggu (10/12/2017). Tentu saja, absennya Pogba bakal mengurangi kekuatan Setan Merah saat meladeni The Citizens.

Soal itu, Pep Guardiola justru tak merasa diuntungkan. Sambil menyindir ucapan Pogba yang berharap agar pemain City mengalami banyak cedera saat melawan MU, Guardiola lebih menginginkan gelandang Prancis itu bisa menghadapi timnya.

“Apakan ia (Pogba) mengatakan itu? Mudah-mudahan kami tak mengalami cedera. Saya ingin Paul bisa bermain melawan kami, karena saya ingin menghadapi tim dengan pemain terbaik, untuk melihat apakah kami mampu mengalahkan mereka,” kata Guardiola dilansir Soccerway.

Soal perkataan Pogba yang berharap para pemain City banyak yang cedera, Guardiola menambahkan, “Pada akhirnya, saya pikir ini adalah ungkapan. Saya cukup yakin ia tak ingin pemain lain mengalami cedera.”

Sebelum pergi ke Old Trafford, City akan lebih dulu menyelesaikan tugas mereka di Grup F Liga Champions. Mereka akan melawat ke markas Shakhtar Donetsk pada matchday pamungkas Grup F di Oblasny SportKomplex, Kamis (7/12/2017) dini hari WIB.

Bagi City, laga itu sejatinya tak berpengaruh. Itu karena mereka sudah memastikan tiket 16 besar usai memenangi lima laga Grup F. Namun, Guardiola tetap ingin mempersiapkan tim sebaik mungkin.

“Saat naik bus dan pesawat ke Ukraina, saya akan mepersiapkan permainan untuk menang. Kami menghormati Shakhtar dan kompetisi ini. Ini adalah kesempatan besar untuk mendapatkan 18 poin. Cara terbaik mempersiapkan permainan melawan MU adalah tampil bagus melawan Shakhtar,” tegas Guardiola.

5 Pertemuan Terakhir

28/04/2017: Manchester City 0-0 Manchester United

27/10/2016: Manchester United 1-0 Manchester City

10/09/2016: Manchester United 1-2 Manchester City

20/03/2016: Manchester City 0-1 Manchester United

25/10/2015: Manchester United 0-0 Manchester City

 

Pelatih PSG Kecewa Kalah dari Tim Gurem

Pelatih PSG Kecewa Kalah dari Tim Gurem

Strasbourg – Paris Saint-Germain (PSG) menelan kekalahan pertama di Ligue 1 musim ini. Mereka kalah 1-2 dari tim papan bawah, Strasbourg, di Stade de la Meinau, Sabtu (2/12/2017).

Strasbourg unggul cepat melalui Nunu Da Costa saat pertandingan baru berjalan 13 menit. Namun, PSG membalas melalui Kylian Mbappe.

Tapi, klub yang baru saja promosi ke Ligue 1 itu membuat PSG bertekut lutut. Strasbourg mencetak gol kemenangan melalui Stephane Bahoken pada menit ke-65.

Ini menjadi kekalahan mengejutkan. Sebab, PSG mendominasi pertandingan dengan menguasai ball possession hingga 68 persen. Neymar dan kawan-kawan tercatat melepaskan 18 sepakan ke gawang lawan.

“Tentu saja kami kecewa. Sebab, kami sudah melakukan apa yang benar,” kata pelatih PSG, Unai Emery, dikutip dari Soccerway.

Melihat penampilan anak asuhnya, Emery menilai PSG tidak pantas dikalahkan ‘anak baru’ di Ligue 1. Emery tak percaya tim yang minim peluang bisa mengalahkan Angel Di Maria dan kawan-kawan.

“Kami menciptakan banyak peluang, mendominasi permainan. Sedangkan mereka hanya punya dua peluang, tapi bisa mengalahkan kami,” ucapnya.

“PSG pantas menang, tapi itu sepak bola, sangat sulit untuk terus memenangkan pertandingan. Setiap pertandingan, kami selalu mencoba meraih kemenangan,” ujar Emery.

Meski menelan kekalahan pertama, PSG masih unggul sembilan poin dari juara bertahan Ligue 1, AS Monaco. PSG sudah mengumpulkan 41 poin.

“Bila Anda melihat peluang yang kami ciptakan, Anda bisa mengatakan: ‘Ini bukan harinya PSG’,” kata mantan pelatih Sevilla tersebut.