Dua Emas Pertama Telah Diraih, Menpora: Semoga Indonesia Raya Terus Berkumandang

Dua Emas Pertama Telah Diraih, Menpora: Semoga Indonesia Raya Terus Berkumandang

Jakarta – Sehari jelang perayaan kemerdekaan ke-72, Indonesia membuka raihan emas di SEA Games 2017. Menpora Imam Nahrawi berharap start bagus ini terjaga.

Cabang panahan memberikan awal bagus untuk kontingen Indonesia di SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Dua emas dipersembahkan, yang sekaligus jadi kado bagus menyambut perayaan kemerdekaan Indonesia.

Dua emas tersebut didapatkan melalui Sri Ranti di nomor Individual Compound Putri dan Prima Wisnu di nomor Individual Compound Putra. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang terus memantau perkembangan SEA Games 2017 mengungkapkan apresiasinya untuk torehan Sri Ranti dan Prima Wisnu.

“Alhamdulillah. Indonesia Raya telah berkumandang dari arena SEA Games 2017 dari cabang panahan disaat kita tengah menyambut peringatan hari Kemerdekaan ke-72,” Menpora mengungkapkan dalam rilis yang diterima detikSport.

“Prestasi Sri Ranti dan Prima Wisnu menjadi langkah awal yang sangat baik. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi atlet-atlet lain yang untuk meraih kemenangan.”

“Saya salut pada kemampuan para atlet untuk terus menjaga konsentrasi dalam pertandingan. Misalnya Prima Wisnu di awal-awal sempat ketinggalan 3 poin, namun akhirnya dia bisa membalik keadaan dan meraih kemenangan,” ujar Imam kagum.

Lebih jauh, Imam juga berharap lewat perjuangan para atlet ini, masyarakat Indonesia terinsipirasi untuk terus menjadi manusia yang lebih baik. Bahwa untuk menjadi pemenang dan juara, butuh perjuangan keras dan tantangan berat.

“Olahraga telah mengajarkan kita hikmah tentang bagaimana menjadi manusia yang tangguh tak gampang menyerah dan membuat segala kemustahilan menjadi mungkin diatasi,’ ujarnya lagi.

“Saya akan mendampingi dan mengawal perjuangan para pahlawan olahraga ini secara langsung untuk dapat memberikan kebanggaan bagi Indonesia,” tutupnya.

Hasil Buruk di Monaco Membuka Mata Mercedes

Hasil Buruk di Monaco Membuka Mata Mercedes

Brackley – Mercedes menjalani musim dengan baik, sampai kemudian tiba di GP Monaco. Di sana tim juara bertahan ini diperlihatkan masalah-masalah yang mereka punya.

Mercedes sesungguhnya memetik hasil bagus di lima balapan sebelum Monaco. Mereka meraih tiga kemenangan, juga cuma sekali gagal merebut pole di periode itu.

Tapi sampai di Monaco, Mercedes tiba-tiba hilang tajinya. Lewis Hamilton cuma finis ketujuh dan Valtteri Bottas di posisi empat.

Hasil itu membuat mata teknisi Mercedes bahwa ada problem yang perlu ditangani. Mereka mencoba memahami mobil lebih baik sehingga lebih bisa memaksimalkan potensinya.

Mercedes pun langsung kembali jalur juara setelah itu. Mereka memenangi tiga dari lima balapan. Hasil di seri terakhir yakni Hongaria pun tak buruk-buruk amat meski tak menang: finis ketiga dan keempat.

Direktur Teknik Mercedes James Allison menyebut Monaco jadi titik penting untuk timnya, untuk memahami ada isu yang perlu dibereskan.

“Monaco adalah sirkuit di mana sangat sedikit hal bagus dari mobil kami tampak dan justru kebanyakan dari hal buruk yang terlihat,” dia mengungkapkan kepada Autosport.

“Dan sirkuitnya sungguh membantu kami dalam hal ini, karena memfokuskan pikiran kami ke di mana letak masalah-masalahnya.”

“Itu benar-benar bermanfaat. Sebelum Monaco, kami memang sudah memenangi beberapa balapan. Kami ada di pole di seluruh balapan kecuali satu saja.”

“Kami jelas punya mobil yang cepat kala itu dan Anda bisa memuji diri sendiri bahwa segala sesuatunya akan berjalan baik-baik saja. Tapi sungguh membantu kami untuk melihat bahwa ada problem-problem yang perlu kami tangani, karena kami tidak suka dengan pengalaman di Monaco,” Allison menambahkan.

Esfandari dan Folding Pocket Kings Preflop Puzzle

Esfandari dan Folding Pocket Kings Preflop Puzzle

Pocket raja. Ini adalah tangan kedua terbaik di hold’em, yang berarti melipat tangan sebelum kegagalan tidak sepenuhnya berada di luar wilayah kemungkinan – secara teori.

Jika Anda telah mengikuti peluncuran Poker Setelah Gelap di PokerGO, Anda tahu bagaimana topik itu muncul, dan segera situasi muncul di hadapan pemain dengan raja saku benar-benar harus merenungkan apakah dia akan membiarkan sepasang raja-rajanya atau tidak. Pergi sebelum gagal

Jean-Robert Bellande telah mengingat bagaimana dia dan Daniel Negreanu tidak memiliki banyak sejarah saat sampai pada pertandingan “taruhan besar”, karena terutama hanya duduk di meja yang sama saat pertandingan itu tetap-batas.

Bellande memang mengingat satu kejadian tak terlupakan saat ia bermain NLHE bersama Negreanu di sebuah turnamen di Borgata. Dia menceritakan sebuah cerita cepat tentang menyaksikan Negreanu bermain melawan lawan lawan lainnya di meja mereka.

“Ini naik naik turun, Anda melawan pemain amatir dan itu di awal turnamen,” Bellande memulai.

“Akhirnya dia hanya macet pada Anda, dan Anda seperti ‘Ini sangat sakit, saya tidak dapat mempercayainya, saya tidak pernah pernah melewatkan raja-raja yang sebelumnya pernah berpisah dalam hidup saya sebelumnya.’ Dan Anda melipat para raja dan dia menunjukkan kepada Anda para ratu! ”

Negreanu menertawakan ingatannya, mencatat bahwa dia memang telah melipat raja kantung preflop satu kali lagi (dan lawannya memiliki ace). Negreanu kemudian bertanya kepada Esfandiari, “Pernah melakukannya?”

“Lima kali,” kata Esfandiari, menjelaskan bahwa sudah bertahun-tahun yang lalu. “Hari-hari itu begitu lama berlalu,” tambahnya sambil tertawa kecil, sambil menambahkan “Anda mengerti? Anda mengerti” untuk menunjukkan bahwa dia tidak berencana untuk melepaskan {K -} {K-} lagi, dan jika Lawan punya ace, biarlah.

Percakapan itu benar-benar hanya menyimpulkan sebagai kartu bernada dealer untuk tangan berikutnya, dan Esfandiari yang tidak biasa ditangani {K-Hearts} {K-Clubs} di bawah pistol dan dibesarkan.

Belum Dua Tahun di Madrid, Zidane Punya Tujuh Trofi dan Bikin Rekor

Belum Dua Tahun di Madrid, Zidane Punya Tujuh Trofi dan Bikin Rekor

Madrid – Luar biasa. cuma kata itu yang bisa diberikan untuk pelatih Real Madrid Zinedine Zidane. Belum genap dua tahun, Zidane sudah punya tujuh trofi dan mencatatkan rekor baru.

Piala terakhir yang masuk lemari trofi Zidane adalah Piala Super Spanyol. Itu setelah mengalahkan Barcelona 2-0 di leg kedua yang dihelat di Santiago Bernabeu, Kamis (17/8/2017) dinihari WIB. Menang 3-1 di leg pertama, Madrid secara keseluruhan unggul 5-1.

Itu jadi Piala Super Spanyol pertama Zidane dalam karier kepelatihannya sekaligus yang ke-10 untuk Madrid. Kali terakhir Madrid meraih trofi ini adalah pada 2012 lalu.

Ini adalah trofi kedua Madrid yang didapat dalam rentang sepekan sejak, setelah Piala Super Eropa pekan lalu usai mengalahkan Manchester United dengan skor 2-1.

Itu artinya Zidane sudah punya tujuh trofi sejak Januari 2016 melatih Madrid. Selama rentang 19 bulan itu, Zidane mengantarkan Madrid meraih La Liga, Liga Champions (dua kali), Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa (dua kali), dan satu Piala Dunia Antarklub. Hanya satu trofi yang kurang yakni Copa del Rey.

Bahkan jumlah trofi itu sama dengan kekalahan yang diderita Zidane bersama Madrid yakni tujuh kali. Ini membuat Zidane jadi pelatih tercepat dengan raihan tujuh trofi di lima liga top Eropa hanya dalam kurun waktu 19 bulan.

Sesuatu yang belum pernah diraih oleh nama-nama top lain seperti Sir Alex Ferguson, Arsene Wenger, Pep Guardiola, Luis Enrique, atau Carlo Ancelotti.

“Kami harus bersiap untuk awal musim ini dan pada akhirnya, kami mendapat dua trofi penting dengan mengalahkan dua tim besar,” ujar Zidane seperti dikutip Soccerway.

“Kami sudah melakukannya dengan sangat baik di awal musim ini. Tugas kami masih banyak. Ini akan sangat sulit tapi kami bahagia,” sambungnya.

“Pada babak pertama, kami begitu spektakuler. Intensitas dan tekanannya, dan juga penguasaan bola. Kami sedikit kesulitan di babak kedua karena Barca menekan kami,” tutupnya.

Gerrard: Liverpool Butuh Gelandang MU

Gerrard: Liverpool Butuh Gelandang MU

Selain Romelu Lukaku, Nemanja Matic bisa disebut sebagai salah satu transfer terbaik Manchester United (MU) di bursa transfer musim panas ini. Apalagi, MU mendapatkannya dengan harga yang terbilang murah.

Entah dengan cara apa MU sukses merayu Chelsea agar mau melepas Matic hanya dengan biaya 40 juta euro (Rp 618 miliar). Untuk pemain yang sudah menikmati tiga gelar Liga Inggris, tentu saja harga Matic sangat murah.

Tampaknya, faktor kehadiran Jose Mourinho yang membuat Matic tak sungkan mengkhianati The Blues. Padahal, sejak kembali ke Chelsea pada musim panas 2014, perannya sangat dibutuhkan.

Kualitasnya sebagai gelandang bertahan pun diakui legenda sekaligus pelatih akademi Liverpool, Steven Gerrard. Menurutnya, ia ingin melihat pemain seperti Matic tampil dengan kostum Liverpool.

“Saya pikir Matic adalah pemain yang sangat bagus. Kami belum mendapatkan gelandang bertahan saat ini. Jordan Henderson telah melakukan pekerjaan hebat di posisi itu. Tapi pada musim lalu ia sering cedera,” ungkap Gerrard, dikutip Manchester Evening News.

“Kami juga punya Emre Can, tapi bagi saya mereka lebih cocok jadi nomor 8, masuk ke dalam kotak (penalti). Pemain seperti (Georginio) Wijnaldum, Henderson, dan Can akan mendapatkan keuntungan jika mereka memiliki monster gelandang tengah yang bisa memecah permainan,” ia menambahkan.

Tanpa butuh waktu lama, gelandang berusia 29 tahun itu langsung masuk dalam skuat inti MU. Buktinya, ia selalu tampil sebagai starter dan tak pernah ditarik dalam dua laga yang sudah dijalani Setan Merah.

“Saya tak ingin membuat berita besar, tapi saya adalah penggemar berat Matic. Ia bagian tepat dari teka-teki yang dibutuhkan Jose,” tegas Gerrard.

 

Wenger Senang Sanchez dan Chamberlain Tak seperti Coutinho

Wenger Senang Sanchez dan Chamberlain Tak seperti Coutinho

Manajer Arsenal, Arsene Wenger, turut menanggapi rumor Philippe Coutinho. Dia senang Alexis Sanchez dan Alex Oxlade-Chamberlain tak seperti Coutinho.

Masa depan Coutinho kini tengah dispekulasikan menyusul keinginan si pemain untuk hengkang dan bergabung dengan Barcelona. Sementara, Liverpool sebagai klub pemilik menegaskan takkan menjual pemain andalannya.

Coutinho dikabarkan kesal betul dengan penolakan Liverpool itu dan sudah mengutarakan kepada manajer Juergen Klopp bahwa dia tak ingin bermain lagi di sisa musim ini.

Dengan bursa transfer tersisa dua pekan lagi, maka Liverpool pun harus berusaha sekeras mungkin menahan Coutinho dari godaan Barca. Hal ini tentu tak bagus untuk perjalanan Liverpool di awal musim.

Terkait rumor Coutinho tersebut, Wenger pun memberi tanggapan yang mungkin menyebalkan didengar oleh fans Liverpool. Dia bersyukur kedua pemainnya, Sanchez dan Chamberlain, tidak bersikap seperti Coutinho.

Kedua pemain itu memang tengah dikabarkan bakal hengkang musim panas ini mengingat kontraknya akan habis 2018. Sanchez dan Chamberlain sampai saat ini belum mau meneken kontrak baru dan kabarnya Arsenal akan mempertahankan keduanya sampai musim berakhir.

“Tentu saja saya sangat senang karena itu, karena saya yakin sangat penting memiliki atmosfer yang tenang di dalam tim, dan juga kepastian soal komitmen para pemain itu,” ujar Wenger di Soccerway.

“Itulah mengapa kami bicara soal bursa transfer. Penting bagi setiap pemain untuk fokus penuh, tidak terbagi-bagi antara ingin bertahan atau keluar,” sambungnya.

Juventus Masih Dijagokan Juara Serie A

Juventus Masih Dijagokan Juara Serie A

Jakarta – Juventus memang kehilangan beberapa pemain bintangnya di bursa transfer musim panas 2017. Tapi, Bianconeri tetap menjadi favorit juara Serie A 2017/2018.

Dani Alves, Leonardo Bonucci, dan Mario Lemina, merupakan beberapa pemain Juventus yang pergi dari Juventus Stadium. Untuk memperkuat skuat, The Old Lady sudah mendatangkan Federico Bernardeschi, Mattia De Sciglio, Wojciech Szczesny, dan Douglas Costa.

Meski Juve baru gagal meraih gelar juara Piala Super Italia 2017, Juve tetap diunggulkan para petaruh di bursa taruhan. Juve kalah 2-3 saat berduel melawan Lazio.

Dalam pantauan hingga, Rabu (16/8/2017) siang pukul 1043 WIB, Bet365 memberi Juve koefisien 4/6. Sementara itu, SkyBet ada di angka 8/11 dan William Hill ada di koefisien 4/5.

Milan yang melakukan belanja besar, ada di unggulan ketiga. Mereka mendatangkan pemain-pemain top seperti Andre Silva, Bonucci, Hakan Calhanoglu, dan Lucas Biglia. Bet365 dan SkyBet memberi koefisien 13/2. Sementara William Hill di koefisien 6.

Napoli ada diunggulan kedua. Bet365 memberikan koefisien 19/4, SkyBet dan William Hill memberi koefisien 4.

AS Roma kini ada diunggulan keempat. Bet365 ada di koefisien 10. Sedangkan di SkyBet dan William ada di koefisen 9. Sementara itu, Inter Milan diberi oleh koefisien 11 oleh tiga rumah taruhan yang sama.

Pogba: Semoga Musim Ini Tidak ‘Akrab’ dengan Tiang Gawang

Pogba: Semoga Musim Ini Tidak ‘Akrab’ dengan Tiang Gawang

Manchester – Paul Pogba ingin mencetak gol lebih banyak di musim ini. Untuk mewujudkannya, Pogba berharap usahanya tak sering-sering digagalkan tiang gawang.

Musim lalu, Pogba mencetak sembilan gol bersama Manchester United di semua kompetisi. Tapi, jumlah itu bisa lebih tinggi apabila tendangan-tendangan Pogba tak mengenai tiang gawang.

Pogba memang tercatat sebagai pemain Premier League yang upayanya paling sering digagalkan tiang gawang. Gelandang internasional Prancis itu tercatat sembilan kali membentur tiang.

Ingin mencetak gol lebih banyak, Pogba berharap tak lagi akrab dengan tiang gawang. Tapi dia juga menegaskan bahwa hasil secara kolektif lebih penting.

“Saya harap bisa mencetak lebih banyak gol. Saya harap musim ini saya tidak akan banyak mengenai tiang gawang,” Pogba mengatakan seperti dilansir Mirror.

“Saya tahu kesempatan akan datang dan saya akan selalu menciptakan sesuatu. Tapi hasil tim yang penting.”

“Anda bisa mencetak 100 gol (secara individu) dan tidak memenangi apapun. Yang penting adalah menjuarai Premier League,” Pogba menegaskan.

Lukaku dan Pogba Jadi Pelari Tercepat di Pekan Pertama

Lukaku dan Pogba Jadi Pelari Tercepat di Pekan Pertama

Ada statistik lain dari kemenangan meyakinkan Manchester United atas West Ham United. Romelu Lukaku dan Paul Pogba menjadi pelari tercepat di pekan pertama Premier League.

Lukaku dan Pogba mencetak masing-masing dua dan satu gol saat MU menang 4-0 atas West Ham United di Old Trafford. Satu gol Lainnya datang dari aksi Anthony Martial.

Terkait Lukaku, penampilannya di laga tersebut jadi perhatian bukan hanya karena sepasang gol yang dibuat. Tapi juga karena kecepatan yang dia punya.

Meski berbobot lebih dari 100 kg dan tinggi sekitar 1,90 meter, striker internasional Belgia itu ternyata bisa berlari kencang. Akun Twitter @ManUtdStuff, melansir Opta, menyatakan kalau Lukaku menjadi pelari tercepat di pekan pertama Premier League.

Top speed dia di laga tersebut tercatat mencapai 34,6 km/jam. Di antara seluruh pemain yang tampil di pekan pertama, cuma Pogba yang punya kecepatan yang sama.

Sebagai pembanding, kecepatan Usain Bolt saat memecahkan rekor dunia pada 2009 adalah 44,5 km/jam.

Pemain dengan sprint tercepat kedua adalah Theo Walcott, yang menembus 34,4 km/jam. Di belakangnya ada Marcus Rashford yang kecepatan sprintnya mencapai 34,2 km/jam.

Berturut-turut di belakang mereka ada Wilfried Zaha, Christian Fuchs dan Steve Mounie yang kecepatan larinya tercatat pada angka 34,1 km/jam. Demikian dikutip dari Mirror.

Ini Dia Tiga Kandidat Pemain Terbaik UEFA 2017

Ini Dia Tiga Kandidat Pemain Terbaik UEFA 2017

Nyon- UEFA pada Selasa (15/8/2017) mengumumkan daftar calon peraih Pemain Terbaik UEFA 2017. Mesin gol Real Madrid Cristiano Ronaldo dan bintang Barcelona Lionel Messi kali ini akan bersaing dengan kiper Juventus Gianluigi Buffon.

Pemenang Pemain Terbaik UEFA ini akan diumumkan 24 Agustus mendatang. Penentuan pemenang berdasarkan voting dari 80 klub yang berpartisipasi di fase grup Liga Champions dan Liga Europa 2016-2017 serta 55 jurnalis yang dipilih European Sports Media (ESM) group.

Para wartawan yang berhak memberikan suara ini mewakili setiap negara anggota UEFA. Setiap pelatih yang bisa memilih tidak diperbolehkan memilih pemain yang berasal dari tim yang dilatih.

Penghargaan Pemain Terbaik UEFA ini diberikan kepada para pemain yang tampil cemerlang di kompetisi yang berada di bawah naungan UEFA. Pemain yang berada dari negara non Eropa juga bisa dipilih.

Ronaldo merupakan pememang Pemain Terbaik Eropa tahun lalu. Jika menang lagi, Ronaldo berpeluang menyamai Messi sebagai peraih Pemain Terbaik UEFA terbanyak (dua kali). Dua pemain lain yang pernah meraih gelar Pemain Terbaik Eropa adalah Andres Iniesta dan Franck Ribery.

Untuk tahun 2017 Ronaldo dijagokan kembali merebut gelar ini. Pasalnya musim lalu Ronaldo sukses membawa Real Madrid juara Liga Champions dan La Liga ditambah Piala Super Eropa dan Piala Dunia Klub.

Messi sendiri musium lalu hanya merebut satu gelar juara yakni Copa del Rey. Adapun Buffon mempersembahkan dua trofi untuk Juventus, Scudetto dan Coppa Italia.

Bersamaan dengan pengumuman tiga kandidat peraih Pemain Terbaik UEFA, diumumkan juga tujuh pemain yang masuk 10 besar. Mereka adalah Luka Modric, Toni Kroos, Paulo Dybala, Sergio Ramos, Kylian Mbappe, Robert Lewandowski dan Zlatan Ibrahimovic.