Ini Penjelasan Kimi Raikkonen Pindah ke Sauber dan Motivasi yang Tetap Ada

Ini Penjelasan Kimi Raikkonen Pindah ke Sauber dan Motivasi yang Tetap Ada

Jakarta – Kimi Raikkonen mengungkapkan dirinya memilih hengkang ke Sauber musim depan setelah tahu kursinya di Ferrari akan jatuh ke pebalap lain.“Di Monza (GP Italia) kemarin. Di situlah aku baru tahu. Aku kenal banyak orang di Sauber. Pada dasarnya semua negosiasi bermula dari sana,” demikian Raikkonen, Kamis (13/9/2018), menjelang GP Singapura akhir pekan ini.

Menurutnya, Ferrari sudah mantap untuk merekrut Charles Leclerc, yang adalah pebalap binaan akademi mereka, yang baru di musim ini melakoni balapan penuhnya di Formula 1 bersama Sauber.

Nah, karena tahu Ferrari akan menggaet Leclerc, Raikkonen pun memutuskan pindah ke Sauber, tim pertamanya di kancah F1 (2001).

“Tidak ada yang perlu dijelaskan. Inilah yang terjadi dan menurutku, seperti yang sering kami katakan, ini bukan bergantung kepadaku. Pada akhirnya, ini bukanlah keputusanku.

“Segala yang terjadi setelah (di Monza) itu barulah keputusanku. Dan inilah hasilnya. Setidaknya, ada yang kami hasilkan,” ungkapnya.

Raikkonen membalap untuk Ferrari untuk dua periode. Di musim pertamanya ia langsung merebut gelar juara (2007), lalu peringkat ketiga (2008), dan posisi keenam (2009). Setelah itu ia mundur dari F1.

Comeback ke F1 di tahun 2012 bersama tim Lotus, Raikkonen kembali ke Ferrari mulai 2014. Namun, sampai saat ini ia tidak pernah mencapai puncaknya lagi — dan bahkan belum pernah naik podium teratas. Selama empat musim berturut-turut ia hanya menduduki peringkat ke-12, 4, 6, dan 4 lagi.

Ditanya wartawan tentang motivasinya untuk melanjutkan berkarier di F1, dengan enteng Raikkonen menjawab, “Aku tidak tahu apa lagi yang ingin kalian ketahui.”

Dan ketika ditanya kenapa memilih Sauber, ia mengatakan, “kenapa tidak?”

Raikkonen, yang pada 17 Oktober mendatang akan berusia 39 tahun, sudah tampil dalam 284 balapan F1, menang 20 kali, dan 100 kali menjejak podium. Jika dia sanggup memenuhi kontrak dua tahunnya bersama Sauber sampai akhir musim 2020, dia berpeluang melampaui rekor milik Rubens Barrichello sebagai pebalap yang paling sering tampil di F1.

Pertanyaan lain yang dilontarkan pers kepada Raikkonen adalah apa yang sudah diberikan F1 kepada dirinya selama 16 tahun. Dan dia menjawab, “Balapan. Memang soal itu. Itulah masa terbaik di akhir pekan.

“Sejujurnya aku selalu bilang, aku akan berhenti kalau sudah waktunya. Aku tidak perlu ke sini kalau tidak merasakan hal itu. Balapan adalah bagian terbaik yang aku nikmati. Itulah alasan kami ada di sini.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *