Fajar/Rian Harus Segera Naik Kelas

Fajar/Rian Harus Segera Naik Kelas
Fajar/Rian Harus Segera Naik Kelas

Jakarta – Pelatih kepala pelatnas ganda putra, Herry Iman Pierngadi, meminta agar Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardiianto segera naik kelas. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menunggu penantang dari dalam negeri.Kevin/Marcus konsisten di puncak dunia. Dua turnamen Eropa baru saja diselesaikan dengan hasil sip. Sebagai juara di Denmark Terbuka dan runner-up Prancis Terbuka.

Fajar/Rian yang absen dari dua turnamen itu harus mengejar ketinggalan. Herry berharap agar Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto bisa segera naik kelas.

Maunya secepat mungkin (ada) pelapis yang bisa mendekatinya (Marcus/Kevin). Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sebenarnya sudah mendekati mereka, dari sisi teknik permainan. Bisa dilihat dari capaian pada Asian Games. Walau mereka kalah, permainannya tidak beda jauh,” kata Herry saat dihubungi pewarta, Senin (29/10/2018).

“Tapi, mereka berdua memang sedang ada halangan sehingga absen pada dua turnamen terakhir (Denmark Terbuka dan Prancis Terbuka). Jadi apa boleh buat. Rencana bisa kami buat, tapi jika Tuhan bilang belum bisa, mau omong apa,” tambahnya.

Meski demikian, Herry, optimistis pelapis ganda putra cukup bersaing. Hanya memang perlu waktu. Dia mencontohkan, selain Marcus/Kevin dan Fajar/Rian, masih ada Berry Angriawan/Hardianto dan Wahyu/ NayakaAde Yusuf.

BACA JUGA : Memecahkan Seri World of Poker Circuit Ring Menang, Bagian 1

“Jika dari ranking iya (Marcus/Kevin, Fajar/Rian). Setelah itu, ada Berry/Hardi, Wahyu/Ade. Memang terbentur belum matang dan konsisten. Setiap pemain, orang, manusia itu kematangannya tidak bisa dipukul rata,” katanya.

“Tapi cepat atau lambat tergantung rezekinya. Kita tidak bisa hitung matematika berapa bulan atau tahun. Toh, pelapis ganda putra banyak tinggal waktunya saja,” dia melanjutkan.

“Target matang juga tak bisa ditentukan. Ini ketergantungan juga dengan musuh dan drawingnya. Jadi tidak bisa dipastikan. Prinsipnya saya mau kecepatan,” ujar dia.

Kini, PBSI tinggal menunggu konsisteni Fajar/Rian. Fajar/Alfian tampil sip di Asian Games 2018 dengan mencapai final dan sanggup memberikan perlawanan imbang kepada Kevin/Marcus. Tapi, Fajar/Rian kendur di dua turnamen Asia; terhenti di perempatfinal Jepang Terbuka dan hanya sampai babak 16 besar di China Terbuka.

“Kami tidak bisa hanya mengacu ke sana (hasil Asian Games 2018). Jika mau sebut konsisten itu harus dari lima pertandingan. Kalau satu turnamen bagus, kemudian turnamen dua dan tiga tidak lalu naik lagi itu belum konsisten,” kata Herry.

“Mereka masih muda jadi butuh waktu. Jam terbangnya belum banyak banget dengan yang lainnya jika melihat usianya,” dia menjelaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *