Menangi Duel Sengit dengan Marquez, Dovizioso Berjaya di Austria

Menangi Duel Sengit dengan Marquez, Dovizioso Berjaya di Austria

Spielberg – Pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, memenangi MotoGP Austria 2017. Kemenangan yang tak mudah karena Dovizioso harus berduel sengit dengan Marc Marquez hingga lap terakhir.

Ini adalah kemenangan ketiga Dovizioso musim ini setelah Italia dan Catalunya. Tambahan 25 poin membuat Dovizioso naik ke posisi kedua klasemen dengan 158 poin, menggeser Maverick Vinales ke posisi ketiga dengan 150 poin.

Meski cuma finis posisi kedua, Marquez masih kokoh di puncak klasemen dengan 174 poin dari 11 balapan berlalu. Sementara, Valentino Rossi di posisi keempat dengan 141 poin disusul Dani Pedrosa di posisi kelima dengan 139 poin.

Jalannya Balapan

Selepas start di sirkuit Red Bull Ring, Minggu (13/8/2017) malam WIB, Marc Marquez berusaha mempertahankan posisi terdepannya tapi Jorge Lorenzo dengan sigap menyalip Marquez dari sisi kiri. Usaha itu berhasil menempatkannya di posisi pertama disusul Marquez, Andrea Dovizisio, Maverick Vinales, dan Valentino Rossi.

Tiga lap berlalu, Lorenzo masih di posisi pertama dibuntuti Marquez yang hanya berjarak kurang dari sedetik di belakangnya. Dovizioso juga masih mengincar Marquez dari posisi ketiga. Bencana untuk Vinales ketika dia terlalu melebar di T4 sehingga keluar trek dan turun tiga posisi ke urutan ketujuh.

Di depannya ada Dani Pedrosa, Johan Zarco, dan Rossi. Rossi terus berusaha memangkas jarak dari Dovizioso di posisi ketiga, sementara Marquez pun berupaya mendekati Lorenzo.

Pada balapan ini, Lorenzo dan Dovizioso memakai campuran ban soft serta medium sementara sebagian besar pebalap termasuk Marquez memakai kombinasi ban medium. Patut disimak seperti apa strategi Ducati serta Honda untuk balapan ini.

Pasalnya, pada balapan musim lalu, Ducati memenangi balapan di Austria lewat Andrea Iannone.

Enam lap berlalu, Lorenzo masih memimpin balapan dengan Marquez berada tepat di belakangnya diikuti Dovizioso serta Rossi. Jarak antara keempat pebalap tidak begitu jauh. Lalu ada Zarco, Pedrosa, dan Vinales.

Pada lap ketujuh, Dovizioso berhasil menyalip Marquez untuk berada di posisi kedua dan ini memberikan Lorenzo kesempatan menjauhkan jarak di urutan terdepan. Memasuki lap kedelapan, Lorenzo punya selisih 0,5 detik dari Dovizioso yang masih dibuntuti Marquez, Rossi, dan Zarco.

Marquez kembali merebut posisi kedua dari Dovizioso pada lap ke-10 dan membuntuti Lorenzo.

Marquez akhirnya mampu lagi ada di posisi terdepan pada lap ke-12 ketika dia berhasil menyalip Lorenzo yang terlalu melebar di tikungan keempat, Marquez, Lorenzo, dan Dovizioso terlibat duel seru yang akhirnya dimenangi Marquez.

Setelah itu, Marquez ada di urutan terdepan diikuti Dovizioso, Lorenzo, Pedrosa, Zarco, Vinales, dan Rossi. Rossi kehilangan posisi keempat setelah melebar terlalu jauh di T3 di lap ke-13 ini.

Lorenzo yang mulai kehilangan kekuatan pada bannya akhirnya disalip Pedrosa pada lap ke-18 di trek lurus dan turun ke posisi keempat. Sayangnya, Marquez melakukan kesalahan saat terlalu melebar di T3 sehingga Dovizioso mampu memimpin balapan.

Tapi hanya dua lap Marquez ada di posisi kedua karena dia kembali menyalip Dovizioso di lap ke-20. Sementara Pedrosa ada di urutan ketiga dibuntuti Lorenzo.

Duel seru terjadi di lap ke-21 kala Marquez harus susul menyusul dengan Dovizioso untuk memperebutkan posisi pertama. Di akhir lap, Dovizioso yang mampu berada di posisi terdepan diikuti Marquez, Pedrosa, dan Lorenzo.

Dua lap berlalu, Dovizioso bisa mempertahankan posisi terdepan namun Marquez masih terus membuntutinya. Pedrosa sendiri makin tertinggal di posisi ketiga tapi dia masih aman dari kejaran Lorenzo.

Balapan tersisa dua lap, Dovizioso masih terus bertahan dari kejaran Marquez yang menempelnya dengan jarak kurang dari 0,2 detik. Duel sengit lagi-lagi terjadi ketika Marquez sempat menyalip Dovizioso di tikungan terakhir, tapi Dovizioso mampu membalas dan mempertahankan urutan terdepan hingga garis finis.

Pedrosa melengkapi podium di Austria diikuti Lorenzo, Zarco, Vinales, Rossi, Alvaro Bautista, Loris Baz, dan Mika Kallio.

 

PR Conte Agar Pemain Chelsea Tak Lagi Gampang Dikartu Merah

PR Conte Agar Pemain Chelsea Tak Lagi Gampang Dikartu Merah

London – Chelsea harus kembali menjalani pertandingan dengan pemain yang dikartu merah. Antonio Conte pun harus menyusun skenario terbaik mengatasi situasi itu.

Dalam pertandingan di Stamford Bridge, Sabtu (12/8/2017) itu, Chelsea kalah 2-3. Malah, mereka sudah tertinggal 0-3 di babak pertama. The Blues baru dapat memangkas ketinggalan pada babak kedua lewat gol Alvaro Morata dan David Luiz.

Chelsea sudah harus kehilangan satu pemain pada menit ke-14. Garry Cahill diusir keluar lapangan oleh wasit Craig Pawson setelah memberikan tekel keras terhadap Steven Defour.

Chelsea harus kembali kehilangan satu pemainnya lagi. Cesc Fabregas diusir keluar lapangan setelah mendapatkan akumulasi kartu pada menit ke-81.

Laga itu menjadi laga ketiga beruntun Chelsea dengan diwarnai kartu merah. Sebelumnya, Victor Moses diganjar kartu merah pada final Piala FA dan Pedro Rodriguez mendapatkannya saat menghadapi Arsenal pada Community Shield.

Conte pun memberikan perhatian ekstra terhadap situasi itu. Dia harus menyiapkan strategi baru.

“Kami harus memberikan perhatian lebih soal ini karena kami sudah mendapatkannya dalam tiga pertandingan resmi terakhir ini. Dua kali kami harus tampil dengan sepuluh pemain, kemudian hari ini dengan sembilan pemain,” kata Conte seperti dikutip ESPN.

Apalagi Chelsea harus menghadapi tim kuat lainnya pekan depan, Tottenham Hotspur. Karena dengan kartu merah itu, Chelsea tak bisa memanfaatkan tenaga Cahill dan Fabregas. Padahal, The Blues juga berpotensi belum dapat menurunkan Eden Hazard dan Tiemoue Bakayoko yang masih butuh waktu untuk pemulihan. Juga Pedro yang masih dibekap cedera engkel.

“Saya tidak khawatir. Saya tak khawatir karena kami harus yakin dengan kerja keras kami dan dalam laga tadi kami tak bisa menurunkan tiga pemain yang masih cedera, Pedro, Hazard, Bakayoko, dan satu pemain yang menjalani hukuman, Moses,” tutur Conte.

“Dalam pertandingan berikutnya, saya belum tahu apakah Pedro sudah pulih atau belum. Yang jelas kami sudah pasti kehilangan Cahill dan Fabregas yang masih terkena hukuman. Kami akan menemukan solusi yang tepat,” tutur dia.

Liverpool: Lini Depan bak Ferrari, Eh Lini Belakangnya…

Liverpool: Lini Depan bak Ferrari, Eh Lini Belakangnya…

Watford – Kalaupun Philippe Coutinho akhirnya pergi, lini serang Liverpool sepertinya takkan kesulitan. Justru The Reds punya problem akut dilini belakang yang belum tuntas juga.

Tengok saja di laga perdana Premier League 2017/2018 menghadapi Watford di Vicarage Road, Sabtu (12/8/2017) malam WIB kemarin. Liverpool harus puas bermain imbang 3-3 seteah kebobolan di menit-menit akhir.

Pada pertandingan itu, Liverpool dua kali tertinggal setelah Stefano Okaka dan Abdoulaye Doucoure menjebol jala Simon Mignolet. Namun, dua kali pula Liverpool mampu menyamakan skor lewat Sadio Mane serta Roberto Firmino.

Bahkan Liverpool bisa berbalik unggul 3-2 lewat gol Mohamed Salah sebelum keteledoran di menit-menit akhir membuat Miguel Britos mampu menjebol jala mereka untuk membuat skor akhir 3-3.
Dua dari tiga gol Watford semua diawali eksekusi bola mati, di mana Okaka serta Britos mendapat bola dari sepak pojok. Ini makin membuktikan lemahnya barisan belakang Si Merah menghadapi bola mati.

Seperti dikutip Sky Sports, Liverpool adalah tim paling banyak kebobolan dari bola mati sejak ditangani Juergen Klopp Oktober 2015 silam. Ada 27 gol dari free kick atau sepak pojok, dari total 82 gol yang bersarang di gawang Liverpool.

Dibanding tim-tim enam besar lainnya, Liverpool punya lini belakang paling bobrok. Wajar saja anda lelucon yang mengandaikan lini depan Liverpool bak Ferrari sementara lini belakang bak mobil rongsokan.

Kondisi ini diperparah dengan sulitnya Liverpool mendapat bek mumpuni. Pengejaran Virgil van Dijk sampai saat ini masih belum menemui titik terang sementara bursa transfer tinggal tersisa 18 hari lagi.

“Saya lihat empat bek Liverpool dan alasan mengapa mereka kebobolan begitu banyak karena mereka tidak terorganisir serta tidak punya pemimpin di lini belakang. Siapa coba yang ingin menyambut bola di sana? Hanya pemain Watford,” kritik eks pemain Liverpool yang kini jadi pandit di Sky Sports Jamie Redknapp.

Pernyataan Redknapp itu langsung dibantah Jamie Carragher yang juga mantan bek Liverpool. Menurut Carragher, persoalan lini belakang Liverpool lebih pada taktik bertahan Klopp bukan individu.

“Bukan cuma soal bek kalau bertahan saat eksekusi bola mati. Cara Liverpool bertahan – saat bola mati – mereka selalu saja kebobolan gol. Tidak peduli siapapun bek yang mereka beli dan juga harganya – tidak akan membuat perbedaan juga toh,” timpal Carragher.

Jadi, bagaimana, Klopp?

City Difavoritkan Jadi Juara, Guardiola: Musim Lalu Juga Begitu

City Difavoritkan Jadi Juara, Guardiola: Musim Lalu Juga Begitu

Brighton – Belanja besar di bursa transfer dan performa oke di pramusim membuat Manchester City jadi kandidat terkuat juara Premier League musim ini. Apa kata Pep Guardiola terkait hal ini?

City mengucurkan uang lebih dari 200 juta pound sterling demi merekrut pemain-pemain baru. Ederson, Kyle Walker, Danilo, Bernardo Silva, dan Benjamin Mendy diangkut ke Etihad Stadium demi memperkuat skuat The Citizens.

Sementara itu, pemain-pemain yang sudah berumur semacam Pablo Zabaleta, Bacary Sagna, Gael Clichy, Aleksandar Kolarov, Willy Caballero, dan Jesus Navas dilepas ke klub lain.

Dengan skuat yang lebih muda, City cukup menjanjikan selama pramusim. Mereka mampu menggasak Real Madrid 4-1 dan Tottenham Hotspur 3-0.

Tren positif itu berlanjut ke kompetisi yang sebenarnya. City mengawali kiprah mereka di Premier League musim ini dengan mengalahkan tim promosi Brighton & Hove Albion 2-0.

Mempertimbangkan hal-hal tersebut, tak mengherankan jika para petaruh menjagokan City sebagai juara. Apa komentar Guardiola terkait hal ini?

“Musim lalu juga begitu. Musim lalu saya duduk di sini dan setelah laga melawan Sunderland kalian bilang, ‘Anda adalah favoritnya, Anda adalah yang paling cantik, paling tampan, dan paling baik di liga’,” kata Guardiola di Sky Sports.

“Setelah itu kalian tahu apa yang terjadi musim lalu? Chelsea membunuh kami. Oke, kami menerima apa yang orang-orang katakan, kami harus berusaha untuk berbenah dan berbenah,” Guardiola menambahkan.

“Saya sangat puas dengan apa yang sudah kami lakukan, tapi tentu saja kami bisa lebih baik lagi. Soal siapa yang jadi favorit atau tidak, itu pekerjaan kalian (media), bukan kami,” katanya.

Ditanya apakah dirinya terganggu dengan label favorit untuk City, Guardiola menjawab: “Tidak. Apa yang tak bisa saya kontrol tidaklah penting,” katanya.

“Musim lalu juga sama dan lihat saja apa yang terjadi. Tapi, saya terbiasa dengan itu. Saya sebelumnya jadi manajer di Barcelona dan Bayern Munich. Saya bisa menangani situasi itu,” ujar manajer asal Spanyol itu.

5 Alasan Neymar Tak Akan Jadi Pesaing Ballon D’or

5 Alasan Neymar Tak Akan Jadi Pesaing Ballon D’or

Kepindahan Neymar ke Paris Saint-Germain sudah jelas mengundang sejumlah kejutan. Dia seperti menyia-nyiakan kesempatan untuk jadi pengganti Lionel Messi dalam perebutan Ballon d’Or di masa depan.

Sejatinya, salah satu keputusan Neymar hengkang karena ingin lepas dari bayangan Messi. Namun itu justru jadi bumerangnya. Sebab, dengan pindah ke PSG, itu malah membuat peluangnya jadi peraih Ballon d’Or kian kecil.

Hal itu lantaran Ligue 1 tak sesengit La Liga. Andai Neymar pergi ke Liga Inggris atau Serie-A, mungkin peluangnya besar. Ligue 1 memiliki koefisien gol hanya 1,5 poin. Sedangkan liga lain seperti Inggris, Jerman, Italia dan Spanyol punya koefisien gol 2 poin.

Apalagi, PSG juga menjadi raja sendirian di sepak bola Prancis. Meski ada AS Monaco, Nantes, Olympique Lyon dan Marseilles, tapi PSG seakan sulit diimbangi karena kekuatan finansial yang begitu besar.

Ada lima alasan lain yang membuat Neymar tak akan jadi pesaing Ballon d’Or musim depan, berikut daftarnya dikutip Sportskeeda:

5. Pertahanan Buruk PSG

Untuk semua bakat menyerang yang dimiliki Paris-Saint Germain, lini belakangnya terlihat rentan dengan penurunan performa Thiago Silva. Pemain asal Brasil itu, sudah tak sekokoh dahulu. Contohnya saat pertandingan leg kedua melawan Barcelona dan, karenanya, PSG kalah 1-6.

Thiago Silva mungkin adalah bek terbaik di dunia pada beberapa titik dalam kariernya. Namun usianya mulai senja dan sudah tunjukkan penurunan.

Hal itu membuat PSG kian sulit bicara di Eropa. Neymar bisa jadi salah satu imbasnya. Sebab, andai tak mampu lagi sampai ke final, dia tak akan masuk tiga besar calon peraih Ballon d’Or.

4. PSG Sulit Juara Liga Champions

Dengan pertahanan yang lemah seperti itu, hampir tidak mungkin raksasa Prancis tersebut memenangkan Liga Champions. Sejatinya, PSG sudah berusaha keras mendatangkan pemain kelas wahid untuk juara di Eropa, tapi nyatanya tak ada yang berhasil.

Terlepas dari Neymar dan Dani Alves, tidak ada pemain di skuat yang telah memenangkan Liga Champions dalam kariernya masing-masing. Jadi ada kekurangan pengalaman menang. Ini bisa jadi terbantu dengan kedatangan Neymar, tapi satu pemain tidak bisa membawa tim hanya dalam satu musim.

Bukan berarti pemain Brasil itu tidak akan memenangkan Liga Champions, tapi rasanya berat kalau cuma andalkan dia. Hal itu memang menjadi pekerjaan rumah bagi PSG.

3. Juara Ligue 1 Tak Cukup

Monaco cemerlang di Ligue 1, tapi tersandung dalam sepak bola Eropa. Jika Kylian Mbappe dan Fabinho pergi, maka mereka bahkan tidak meninggalkan jejak tim yang mencapai semifinal musim lalu.

Jelas, hal ini menandakan kalau Monaco sudah keluar dari perebutan gelar liga Prancis. Ditambah lagi, PSG semakin memperkuat serangan dan hampir pasti akan memenangkan liga pada Mei tahun depan. Namun, itu tidak akan cukup.

Faktanya, Ligue 1 masih ditempatkan di peringkat kelima Eropa dan tidak mengirimkan jumlah yang sama seperti Liga Inggrus dan La Liga ke Eropa. Oleh karena itu, memenangkan Ligue 1 tidak terlalu berpengaruh dan tentu saja tidak cukup memberi dorongan pada neymar raih Ballon d’Or.

2. Wajib Juara di Piala Dunia

Karena berbicara tentang penghargaan Ballon d’Or yang akan diberikan musim ini, kita harus membawa Piala Dunia 2018 dalam pertimbangan. Sebab, penampilan para pemain di turnamen paling elit itu akan dievaluasi dan dimasukkan ke daftar penghargaan individu termegah tersebut.

Piala Dunia tahun depan akan dimainkan di Rusia, sesuatu yang tak cocok bagi pemain Brasil karena udara yang dingin. Yang membawa kita ke poin berikutnya adalah ada timmas yang lebih baik dari Brasil.

Sebagai permulaan, Spanyol, Jerman dan Prancis semuanya memiliki tim yang lebih baik daripada negara yang mengenalkan gaya Joga Bonito. Tambahkan kondisi dingin untuk itu dan Brasil akan merasa sangat sulit untuk memenangkan Piala Dunia.

1. Dominasi Messi-Ronaldo Belum Selesai

Akan sangat sulit untuk meruntuhkan dominasi dua pemain terbaik di muka bumi itu. Baik Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi terus mencetak gol mengesankan sepanjang musim.

Keduanya berusia 30-an, tapi sepertinya tidak ada yang menghentikannya. Selain itu, mereka bermain di tim yang lebih mapan dan liga yang lebih terkenal dan memberi mereka kesempatan lebih baik untuk memenangkan Ballon d’Or atas penampilan mereka musim ini dan di Piala Dunia.

Messi mungkin tidak bisa bermain di Piala Dunia dan harus memastikan kualifikasi terlebih dahulu. Namun tetap saja, dia diprediksi bakal jadi nomine tiga besar dan pesaing Ronaldo andai bisa bicara banyak di Barcelona musim depan.

Pelatih Timnas Indonesia U-22 Bikin Kecewa Media Malaysia

Pelatih Timnas Indonesia U-22 Bikin Kecewa Media Malaysia

Jakarta , Timnas Indonesia U-22 telah tiba di Kuala Lumpur Internasional Airport, Malaysia, Sabtu (12/8/2017) sore usai menempuh perjalanan dari Jakarta. Tim Garuda Muda akan menjalani laga pertama penyisihan Grup B SEA Games 2017 melawan Thailand pada Selasa (15/8/2017).

Namun, ketika para jurnalis Malaysia hendak melakukan sesi wawancara dengan pelatih Timnas Indonesia U-22 Luis Milla di bandara untuk menggali informasi lebih lanjut, mereka harus kecewa.

Pasalnya, pelatih asal Spanyol itu maupun tim pelatih lain, dan jajaran manajemen tak bersedia memenuhi keinginan para jurnalis. Alhasil, wartawan yang sudah menanti kedatangan Tim Garuda Muda hingga dua jam lamanya, bersungut-sungut.

Para wartawan hanya mendapatkan jawaban bila pelatih Luis Milla akan membuka sesi wawancara dengan kalangan media setelah menggelar latihan pertama di Malaysia, Minggu (13/8/2017).

“Maaf Pak, kami memang tidak diizinkan melakukan wawancara pada kesempatan ini,” kata salah satu ofisial Timnas Indonesia U-22 kepada para wartawan di KLIA, seperti dikutip dari Berita Harian, Sabtu (12/8/2017).

Berita Harian lantas menganggap skuat Garuda Muda tutup mulut. Hal ini lantaran Timnas Indonesia U-22 jadi satu-satunya tim sejauh ini yang tiba di bandara, namun tidak bersedia melakukan wawancara.

Tim-tim peserta lain, seperti Vietnam dan Filipina, yang tiba di KLIA pada Jumat (11/8/2017), Timnas Myanmar, hingga Timnas Thailand yang tiba hanya berselang beberapa jam sebelum kedatangan Timnas Indonesia U-22, semuanya bersedia berhadapan dengan para jurnalis untuk diwawancarai.

Chat Porno ke Siswi, Guru Bahasa Inggris di Jakut Ditangkap

Chat Porno ke Siswi, Guru Bahasa Inggris di Jakut Ditangkap

Jakarta – Seorang guru bahasa Inggris, TS (25), di Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta di Kelapa Gading, Jakarta Utara ditangkap polisi. Tersangka ini diduga kerap mengirim konten pornografi ke siswinya.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan kasus ini terbongkar setelah orangtua murid menemukan percakapan anaknya dengan TS melalui aplikasi Line.

“TS mengirimkan pesan kepada muridnya yang isinya konten pornografi dan tidak sepantasnya dilakukan seorang guru sebagai pendidik kepada muridnya,” ujar Hendy kepada detikcom, Sabtu (12/8/2017).

Orangtua yang resah itu kemudian mengadukan perbuatan TS itu ke Polda Metro Jaya. TS lalu ditangkap oleh tim Unit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin Kompol Ari Cahya Nugraha di sekolahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Kamis 10 Agustus 2017.

“Tersangka ini sering nge-chat muridnya pada malam hari,” imbuhnya.

Modus TS adalah dengan mengajak ngobrol korban melalui Line. Jika mendapat tanggapan dari korban, tersangka lalu mengirimkan foto-foto dan chatingan-nya yang berkonten pornografi.

“Setelah diladeni sama korban, tersangka ini malah mengirimkan foto-foto porno sehingga orang tua resah dan melaporkannya ke kami,” tuturnya.

‘Dulu Orang-Orang Juga Harus Pakai Google untuk Tahu Pochettino’

‘Dulu Orang-Orang Juga Harus Pakai Google untuk Tahu Pochettino’

London – Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino merespons komentar salah satu pemainnya, Danny Rose, terkait kriteria pemain yang harus direkrut. Ia menyebut-nyebut mesin pencari Google.

Dalam wawancara dengan The Sun sebelum ini Rose mengatakan ingin Spurs memperkuat skuat dengan pemain-pemain top, alih-alih pemain semenjana tanpa nama yang harus lebih dulu dicari tahu lewat Google.

Giliran Pochettino merespons. Ia menegaskan bahwa beberapa pemain top Spurs saat ini pun pernah menjadi “bukan siapa-siapa”. Pochettino bahkan menyebut dirinya pernah masuk kriteria tersebut ketika baru datang ke Inggris.

“Pemain seperti Eric Dier sekarang sudah jadi pemain internasional, tapi dulu tak ada yang (siapa dia)… atau Dele Alli, yang dulu main di League One,” ujar Pochettino seperti dilansir Soccerway.

“Saya pikir itu bukan sesuatu yang bisa jadi bahan gurauan. Mungkin satu atau dua tahun lalu tak ada yang tahu persis siapa sosok dari beberapa pemain internasional itu. Ketika saya baru tiba di sini pun orang-orang penasaran, ‘Siapa sih Mauricio Pochettino?’.

“Jika Anda ingat lima tahun lalu, orang bertanya-tanya ‘Siapa Pochettino?’ Saya yakin mereka menggunakan Chrome atau Google atau Yahoo untuk mencari tahu,” tuturnya.

Pochettino mulai menangani Spurs sedari 2014, setelah sebelumnya menangani Southampton (2013–2014). Karier melatih mantan pemain timnas Argentina dengan 20 caps itu diawali di Espanyol pada tahun 2009.

Ada Daftar Artis Terlibat Narkoba Siap Tangkap? Ini Kata Polisi

Ada Daftar Artis Terlibat Narkoba Siap Tangkap? Ini Kata Polisi

Jakarta – Kasus Marcello Tahitoe alias Ello menambah daftar banyaknya selebriti yang tersandung karena narkoba. Publik mulai merasa polisi lebih keranjingan mengincar seleb.

Ditambah kasus penangkapan Tora Sudiro dan Mieke Amalia yang barbuknya dumolid terlalu dekat dengan penangkapan Ello tiga hari setelahnya.

Ada kasak-kusuk bahwa jajaran petugas Polres Jaksel punya daftar artis terlibat narkoba yang siap tangkap. Tapi polisi membantah adanya list tersebut.

“Tidak ada, siapa bilang? Kami hanya murni kami hanya melakukan pengungkapan kasus narkoba dengan segala teknis dan strategi dan kami miliki dan kita tidak targetnya siapa-siapa ya. Tapi kita upayakan terutama pelakunya yang bandar-bandar bisa kita lakukan pengungkapan,”

“Nah ini tapi ada strateginya kita mulai dari para pengguna. Tetapi seperti kayak malam ini kita mau kembangkan kasus itu (Ello) sudah terblow-up ya sudah, ya kan susah lagi untuk kita kembangkan,” beber Iwan lagi.

Ello ditangkap setelah diintai 1,5 bulan. Kekasih Aurelie Moeremans itu diciduk bersama dua rekannya, namun satu dilepas karena tak terbukti miliki narkoba.

Marcello Tahitoe dan salah satu rekannya, DM resmi tersangka karena memiliki narkoba dengan berat nyaris mencapai 5 gram.

Sebelumnya di 2017 saja, ada Andika ‘The Titans’, Ridho Rhoma, Iwa K, Sean Azad (putra Ayu Azhari), Ammar Zoni, Axel Matthew Thomas, Pretty Asmara (berserta tujuh rekannya yang kebanyakan pedangdut), Tora Sudiro-Mieke Amalia dan Ello sendiri.

Khusus kasus Pretty, beberapa teman pedangdut yang diamankan juga sudah dilepas. Pretty sendiri ternyata adalah perantara antara bandar ke artis.

Morata Merasa Kritik Padanya Tak Adil

Morata Merasa Kritik Padanya Tak Adil

London – Alvaro Morata dikritik habis-habisan usai kekalahan Chelsea di Community Shield. Namun, kritik keras itu tidak menciutkan Morata, malah justru sebaliknya.

Pesepakbola berusia 24 tahun itu didatangkan Chelsea dari Real Madrid dengan transfer sekitar 60 juta pound sterling. Morata melakoni debutnya di laga kompetitif saat Chelsea ditekuk Arsenal lewat adu penalti 1-4 usai berimbang 1-1 pada Community Shield, sepekan lalu setelah tampil di laga pramusim melawan Inter Milan.

Di laga resmi tersebut, Morata baru masuk di pertengahan babak kedua. Akan tetapi, dia meninggalkan kesan tak oke karena menjadi satu dari tiga pemain Chelsea yang gagal menyarangkan bola dalam tos-tosan.

Morata sadar betul dengan ekspektasi tinggi yang dibebankan kepadanya. Dia berniat membungkam kritik dengan penampilan apik di atas lapangan.

“Kuakui bahwa transferku amat besar tapi aku punya karakter untuk bermain dengan tenang dan tetap di jalurku,” ujar Morata kepada Marca. “Toh aku baru menjalani dua pertandingan pramusim, 15 menit di laga resmi dan gagal melakukan penalti, dan mereka sudah membunuhku. Jadi aku tahu apa yang ada di depan.”

“Itu adalah harga yang harus dibayar untuk sebuah transfer yang besar dan itu adalah sesuatu yang memotivasiku dan membuatku bekerja lebih keras setiap hari. Menghabiskan satu jam tambahan di setiap latihan. Aku tahu sekarang ada dua kali lebih banyak orang-orang yang melihatku,” kata penyerang Spanyol ini.

“Sejauh ini merupakan musim panas yang panjang dan aneh, di mana aku harus mengambil keputusan. Aku tidak cukup segar dan aku tidak bisa berlatih dengan baik. Sekarang, aku harus beradaptasi dengan tim baruku dengan seorang pelatih Italia yang sangat menitikberatkan taktik. Tapi aku sudah beradaptasi dan aku bersemangat untuk bermain.”

Chelsea akan mengandalkan ketajaman Morata di pekan pertama Premier League 2017-18, saat menjamu Burnley di Stamford Bridge, Sabtu (12/8) malam WIB.