Soal Penanganan Sanchez, Mourinho Dukung Langkah Wenger

Soal Penanganan Sanchez, Mourinho Dukung Langkah Wenger

Manchester – Arsene Wenger disebut-sebut sedang menghukum Alexis Sanchez. Manajer Manchester United, Jose Mourinho, membela langkah Wenger.

Sanchez baru turun dalam tiga pertandingan di liga dengan dua di antaranya sebagai cadangan. Pemain internasional Chile itu menjadi starter pada dua ajang lain, menghadapi Arsenal menjadi Cologne di Liga Europa dan Doncaster Rovers di Piala Liga Inggris.

Situasi itu dihubung-hubungkan dengan kekecewaan Wenger terhadap Sanchez. Juga terkait spekulasi Sanchez ke Manchester City.

Wenger menegaskan kalau keputusan untuk membangkucadangkan Sanchez pada beberapa pertandingan awal di Premier League bukan bentuk kekecewaannya terhadap si pemain. Dia semata-mata ingin menambah menit bermain dan mengembalikan kondisi Sanchez setelah dibekap cedera.

[Baca Juga: Wenger Tidak Sedang Menghukum Sanchez]

Mourinho menilai langkah yang diambil Wenger terhadap Sanchez sudah tepat. Dia melihat situasi serupa juga sedang dialami Eden Hazard di Chelsea dan Luke Shaw di Manchester United.

“Kalian bsia melihat ada pemain-pemain Premier League lain yang tidak menjadi starter dan para manajer akan bilang kalau mereka sedang tidak berada pada kondisi terbaik,” kata Mourinho seperti dikutip Metro.

“Kami juga mengatakan hal serupa soal pemain-pemain terbaik di liga. Saya dengar, pekan lalu, manajer Chelsea (Antonio Conte) mengatakan hal yang sama. manajer Arsenal juga bilang begitu, bukan?” tutur dia.

“Para pemain itu sedang tidak dalam rencana mereka, mereka tidak sedang dalam kondisi terbaik setelah kembali dari cedera. Seperti Luke yang setelah menyelesaikan operasi dan lama tak bertanding (juga tak menjadi starter). Saya tak bisa berharap dia langsung comeback dan langsung bisa kuat, kuat, kuat latihan keras,” tutur dia.

 

 

Cedera Hamstring, Marcelo Terancam Absen Sebulan

Cedera Hamstring, Marcelo Terancam Absen Sebulan

Madrid – Marcelo menambah panjang daftar cedera Real Madrid. Bek kiri asal Brasil itu mengalami cedera hamstring dan terancam absen hingga satu bulan.

Marcelo, 29 tahun, mendapatkan cedera tersebut ketika Madrid kalah 0-1 dari Real Betis di Santiago Bernabeu, Rabu (20/9/2017). Pada laga itu, dia tak sanggup bermain penuh dan digantikan oleh Lucas Vazquez pada babak kedua.

Marcelo kemudian menjalani pemeriksaan terkait kondisinya. Dari pemeriksaan tersebut, diketahui adanya otot yang robek di paha kirinya.

“Setelah tes dilakukan pada Marcelo di Rumah Sakit Universitas La Moraleja, dia didiagnosis dengan robekan tingkat dua di otot bisep femoris kirinya. Pemulihannya akan dipantau,” tulis Madrid dalam pernyataan di situs resminya.

Madrid memang tak menuliskan perkiraan berapa lama pemainnya itu akan absen. Namun, media-media ternama Spanyol seperti AS dan Marca menyebut Marcelo akan absen hingga sebulan.

Dengan demikian, Marcelo akan melewatkan sejumlah laga penting, termasuk laga La Liga melawan Alaves, Espanyol, dan Getafe, serta laga Liga Champions melawan Borussia Dortmund dan Tottenham Hotspur.

Sial buat Madrid, pelapis Marcelo di posisi bek kiri, Theo Hernandez, juga sedang tidak fit setelah mengalami dislokasi bahu. Namun, mereka masih punya Nacho Fernandez yang bisa dimainkan di posisi tersebut.

Cederanya Marcelo menambah masalah untuk pelatih Madrid, Zinedine Zidane. Zidane saat ini harus berpikir keras untuk memperbaiki performa timnya di La Liga setelah Madrid ketinggalan tujuh poin dari Barcelona di klasemen sementara.

Mourinho Pastikan Shaw Tak Main Lawan Southampton Nanti Malam

Mourinho Pastikan Shaw Tak Main Lawan Southampton Nanti Malam

Manchester – Manajer Manchester United Jose Mourinho memastikan Luke Shaw tak main lawan Southampton pekan ini. Shaw disebutnya masih butuh waktu usai absen lama.

Shaw bermain 45 menit saat MU menang 4-1 atas Burton Albion di Piala Liga Inggris pada tengah pekan. Sebelumnya bek kiri berusia 22 tahun itu lebih banyak berpartisipasi di tim cadangan MU dalam proses pemulihan pascacedera ligamen akhir musim lalu.

Akan tetapi, Mourinho menegaskan Shaw belum akan ambil bagian dalam pertandingan Premier League pekan ini, ketika MU menyambangi markas Southampton, Sabtu (23/9/2017) malam WIB.

“Ia cuma masih harus terus bekerja. Anda melihat pertandingan (lawan Burton), Anda melihat apa yang saya lihat,” ujar Mourinho seperti dilansir ManUtd.com.

“Apa Anda bertanya apa ia akan main besok (nanti malam)? Tidak, ia tidak akan bermain. Ia masih harus terus bekerja keras, lebih baik lagi. Ia sudah absen selama enam bulan. Saya pun tidak berharap ia bermain dan jadi Man of the Match di hari Rabu, dan terus berlari selama 45 menit. Ini cuma proses karena ia sudah tidak bermain untuk waktu yang lama.”

“Ada pemain-pemain lain yang tidak memulai pertandingan timnya di Premier League pada saat ini dan manajer mereka mengatakan para pemain itu tak dalam kondisi terbaik. Kita membicarakan sejumlah pemain terbaik di Premier League. Luke sempat dioperasi dan absen untuk waktu lama. Saya tak mengharapkannya langsung kembali dan kuat lagi,” tuturnya.

Rossi Kembali, Bagaimana Efeknya untuk Perebutan Gelar Juara Dunia?

Rossi Kembali, Bagaimana Efeknya untuk Perebutan Gelar Juara Dunia?

Aragon – Valentino Rossi dipastikan membalap di MotoGP Aragon pekan ini. Ia kembali saat perebutan gelar juara dunia kian memanas, memasuki lima seri terakhir.

Kecelakaan motokros sudah membuat Rossi harus naik meja operasi. Ujung-ujungnya rider Movistar Yamaha itu harus absen di MotoGP San Marino, balapan kandangnya.

Pada prosesnya Rossi bisa kembali balapan lebih cepat dari perkiraan. Juara dunia grand prix sembilan kali itu, tujuh kali di kelas primer, akan tampil di Aragon pada akhir pekan. Seri ini mengawali lima balapan terakhir MotoGP 2017.

Rossi (157 poin) saat ini berada di posisi keempat papan klasemen. Ia berada di bawah rekan satu timnya, Maverick Vinales (183), dan Andrea Dovizioso dan Marc Marquez yang saling sikut di puncak klasemen dengan poin (199) dan jumlah kemenangan sama.

Ketiga rider itu pun membahas bagaimana efek kembalinya Rossi terhadap perebutan gelar juara dunia.

“Buat saya tak ada yang berubah. Ini tentu kabar baik karena adanya seluruh rider di lintasan selalu jadi hal bagus, tapi tak ada yang berubah,” kata Marquez seperti dilansir Crash.net.

“Kejuaraan dunia ini ketat sekali dan seluruh rider sama-sama penting untuk dikalahkan mengingat semua poin tersisa sangatlah penting, jadi tak ada perubahan untuk saya,” ucapnya.

Sementara itu Dovizioso berpendapat bahwa Rossi bisa memegang peranan besar dalam hasil akhir kejuaraan dunia nanti, ketika ia sudah kembali bugar sepenuhnya.

“Saya pikir bisa ada perubahan karena ia merupakan seorang rider yang bisa melaju kencang di tengah-tengah kami, jika dirinya sudah merasa oke. Mungkin belum di Aragon, tapi di balapan berikutnya,” ujar Dovizioso.

“Tapi semua rider kini harus memikirkan dirinya sendiri untuk berusaha semaksimal mungkin. Namun, sudah pasti jika tidak bisa kencang dalam beberapa balapan, Anda bisa kehilangan poin karena akan ada rider-rider kencang di depan,” tuturnya.

Sedangkan Vinales menegaskan kembalinya Rossi merupakan hal penting dalam usaha Yamaha menjadi pabrikan terbaik di kelas primer pada musim ini.

“Dari pihak kami, bagus sekali Valentino sudah kembali di Aragon, itu bagus buat tim. Patut diingat bahwa musim ini Valentino memiliki kecepatan, senantiasa di depan,” kata Vinales.

Rakitic Masih Tak Mengerti Kenapa Barca Melepas Neymar

Rakitic Masih Tak Mengerti Kenapa Barca Melepas Neymar

Barcelona memang mendapat uang banyak dari penjualan Neymar. Tapi, melepas pemain sepenting Neymar masih tak masuk di akal Ivan Rakitic.

Neymar digaet Paris Saint-Germain musim panas lalu dengan banderol 222 juta euro yang menjadikannya pemain termahal dunia. Barca boleh dibilang untung besar dengan penjualan Neymar ini mengingat mereka bisa membelanjakan uangnya untuk memboyong pemain baru.

Meski gagal mendapatkan beberapa buruan utamanya, Barca tetap bisa memboyong Ousmane Dembele, Paulinho, dan Nelson Semedo dengan harga yang relatif tinggi. Barca sendiri masih tampil oke dengan menempati puncak klasemen berkat lima kemenangan beruntun di La Liga.

Selain itu, Barca juga berhasil mengalahkan Juventus di partai pembuka fase grup Liga Champions. Belum lagi Lionel Messi seperti unjuk ketajaman dengan deretan gol yang dibuatnya sejauh ini.

Walaupun relatif tak terganggu oleh kepergian Neymar, Rakitic tetap mempertanyakan mengapa Barca begitu saja melepas kepergian pemain asal Brasil itu.

Apalagi Barca juga dinilai membuat blunder dengan memasang klausul penjualan terlalu “rendah” saat memperpanjang kontrak Neymar November tahun lalu.

“Menurut saya, penjualan itu tidak masuk akal, tidak hanya karena dia salah satu pemain bintang. Tapi menurut saya, dia adalah pribadi yang menyenangkan,” tutur Rakitic kepada BBC World Service.

“Dia sangat penting di ruang ganti kami, dan menurut saya, dia adalah salah satu orang paling baik di sepakbola yang saya kenal,” sambungnya.

“Maka itu menurut saya (penjualannya) itu merupakan keputusan buruk karena saya menginginkan dia ada di tim.”

Neymar tengah menikmati kariernya di PSG saat ini. Tanpa kesulitan, Neymar langsung beradaptasi dengan Les Parisien dengan bikin lima gol dari enam penampilan.

“Kami harus menghormati keputusan Neymar dan dia sudah memutuskan meninggalkan Barcelona, kami harus menghormati itu dan mendoakan yang terbaik untuknya,” tutupnya.

Hadapi Madrid Jadi Laga Aneh Sekaligus Spesial untuk Enzo Zidane

Hadapi Madrid Jadi Laga Aneh Sekaligus Spesial untuk Enzo Zidane

Vitoria-Gasteiz – Enzo Zidane akan berhadapan dengan mantan klub sekaligus tim yang dilatih ayahnya Real Madrid. Dia merasa duel itu bakal aneh sekaligus spesial.

Enzo memutuskan untuk meninggalkan El Real di awal musim 2017/2018. Dia merapat ke Alaves, pemain 22 tahun itu dikontrak dengan durasi tiga tahun.

Madrid akan menyambangi markas Alaves, Estadio de Mendizorroza, Sabtu (23/9/2017) malam WIB. Itu menjadi perjumpaan pertama Enzo dengan sang ayah, Zinedine Zidane, di kubu yang berseberangan.

“Itu akan menjadi laga yang aneh, tapi juga akan sangat spesial untuk saya,” kata Enzo di Marca.

Zidane merupakan pemain dengan reputasi yang besar. Sukses di level klub bersama Juventus dan Madrid, serta sukses mengantarkan Prancis menjadi juara dunia. Keberhasilan Zidane itu juga menjadi inspirasi Enzo.

“Ayah saya selalu menjadi contoh buat saya. Dia merupakan pesepakbola yang hebat. Saya selalu memperhatikan semua yang dia lakukan,” kata Enzo lagi.

Enzo sudah bermain dua kali untuk Alaves di La Liga musim ini. Dia turun saat Alaves bermain melawan Barcelona dan Celta Vigo, semuanya sebagai pemain pengganti.

Si Merah dan Upaya Menghapus September Kelabu

Si Merah dan Upaya Menghapus September Kelabu

Liverpool – Bulan September sejauh ini berjalan tak menyenangkan untuk Liverpool. Laga melawan Leicester City akhir pekan ini jadi momentum The Reds memperbaikinya.

Liverpool sebenarnya punya start yang oke ketika mereka meraih dua kemenangan dan satu hasil seri selama bulan Agustus. Setelah diimbangi Watford 3-3 di pekan pertama, Si Merah mengalahkan Crystal Palace dengan skor 1-0 dan menggasak Arsenal 4-0.

Ditambah terpilihnya Sadio Mane sebagai pemain terbaik Premier League bulan lalu, wajar jika Liverpool dalam kepercayaan diri tinggi menatap musim yang baru. Tapi, harapan tinggal harapan ketika memasuki September atau tepatnya setelah jeda internasional.

Liverpool mengawali bulan ini dengan hasil buruk ketika dibantai lima gol tanpa balas oleh Manchester City. Kartu merah Mane di laga itu makin menambah pilu kekalahan Liverpool saat itu.

Berlanjut ke ajang Liga Champions, Liverpool mengawali dengan kurang meyakinkan setelah diimbangi 2-2 oleh Sevilla di Anfield. Lalu pekan lalu Liverpool kembali gagal menang karena cuma main seri 1-1 dengan Burnley.

Padahal saat itu Burnley turun tanpa kiper utamanya Tom Heaton yang kerap membuat lawan kesulitan bikin gol. Puncaknya adalah di babak ketiga Piala Liga Inggris kemarin ketika disingkirkan Leicester usai kalah 0-2.

Tak pernah menang dari empat laga di bulan ini, mencetak tiga gol dan kebobolan 10 gol, jelas Liverpool dalam posisi sulit dan kritik keras mulai berdatangan. Khususnya teruntuk Juergen Klopp selaku manajer yang dianggap tak punya solusi dalam mencari masalah di lini belakang Liverpool.

Kengototannya mengejar Virgil Van Dijk – yang malah bertahan – dan malah melepas Mamadou Sakho membuat Klopp dipertanyakan. Apalagi performa Ragnar Klavan dan Dejan Lovren sebagai partner Joel Matip tidaklah meyakinkan.

Mumpung musim baru berjalan dua bulan, Liverpool punya waktu untuk memperbaiki masalah di lini belakang mereka dimulai saat melawat lagi ke King Power Stadium menghadapi Leicester, Sabtu (23/9/2017) malam WIB besok. Tentunya Liverpool tak ingin bulan September ini menjadi bulan kelabu mereka.

“Apakah kalian berpikir bahwa saya bakal panik dengan situasi seperti ini? Jika Anda berpikir saya harus panik, kenapa Anda membicarakan itu?Ini sepakbola. Kami punya deapan poin,” ujar Klopp seperti dikutip Soccerway.

“Kami tampil lebih baik dalam empat laga terakhir ini tapi memang tidak memang. Kini kami bisa saja panik karena hasilnya tidak bagus atau kami bilang ‘Kami memang belum bermain cukup bagus’,” sambungnya.

“Apakah Anda pikir semua tim di dunia saat ini senang jika menghadapi kami saat ini? Saya tidak panik. Rasa-rasanya seperti kami tidak punya poin dan jadi tim terburuk di liga.”

Real Madrid Tertinggal 7 Poin dari Barcelona, Ramos: Tidak Jauh

Real Madrid Tertinggal 7 Poin dari Barcelona, Ramos: Tidak Jauh

Madrid – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos, mengakui timnya tidak dalam performa terbaik saat kalah dari Real Betis. Tapi, Ramos masih optimistis Los Blancos bisa mengejar Barcelona, yang memuncaki klasemen sementara La Liga.

Real Madrid dini hari tadi WIB takluk 0-1 dari Real Betis di Santiago Bernabeu dalam lanjutan kompetisi La Liga. Gol Real Betis dicetak Antonio Sanabria pada masa injury time.

“Itu jelas bukan salah satu hari terbaik kami, terutama cara kami kebobolan. Kami tidak bermain bagus, tapi banyak peluang tercipta,” kata Sergio Ramos, seperti dilansir Tribal Football.

Saat ini, tim asuhan Zinedine Zidane tertinggal tujuh poin dari Barcelona. Real Madrid menempati posisi ketujuh dan mengoleksi delapan poin dari lima pertandingan.

“Saya menghormati pendapat siapa saja. Saya pulang dengan hati yang jernih, telah memberikan kemampuan maksimal. Hasilnya tidak seperti diharapkan dalam bab buku ini,” ujar bek internasional Spanyol ini.

“Tapi, itu bukan akhir dari buku. Jarak tujuh poin dari Barcelona tidak terlalu jauh,” tutur Sergio Ramos.

Tevez Ejek Sepak Bola Tiongkok

Tevez Ejek Sepak Bola Tiongkok

Shanghai – Mantan penyerang Juventus, Carlos Tevez, mengejek sepak bola Tiongkok. Menurut Tevez, sepak bola Tiongkok butuh waktu lebih dari 50 tahun untuk menyamai sepak bola Eropa.

Tevez dilaporkan menjadi pemain dengan bayaran termahal di dunia usai bergabung dengan klub Tiongkok Shanghai Shenhua. Pemain asal Argentina ini hengkang ke Shanghai Shenhua awal tahun ini, namun petualangannya tidak berjalan mulus.

“Di Amerika Selatan dan Eropa, para pemain belajar sepak bola dari mereka masih anak-anak, tapi tidak di Tiongkok,” ujar Tevez, seperti dilansir SFR Sport.

Tevez berpendapat, sepak bola Tiongkok sulit untuk segera maju. Tevez sendiri belakangan tidak diturunkan oleh Shanghai Shenhua, karena dinilai tidak fit dan terlalu gemuk.

“Mereka sangat tidak bagus secara teknik dan sepak bola mereka sangat berbeda,” tutur mantan pemain Manchester City dan Manchester United ini.

“Untuk alasan ini saya tidak berpikir dalam 50 tahun akan cukup untuk sepak bola Tiongkok menyamai sepak bola Eropa,” terang Tevez.

 

Ada Apa Denganmu, Higuain?

Ada Apa Denganmu, Higuain?

Turin – Lima laga Serie A berlalu, Gonzalo Higuain masih saja sulit mencetak gol. Sebenarnya ada apa dengan penyerang Juventus tersebut?

Saat pindah ke Juve musim lalu dari Napoli, Higuain langsung unjuk ketajaman dengan torehan 24 gol di Serie A yang membawa klubnya menjuarai liga untuk enam musim beruntun. Total 32 gol dibuatnya di seluruh kompetisi.

Memasuki musim keduanya berseragam hitam-putih, Higuain tentu diharapkan bisa menyumbang gol lebih banyak lagi. Namun, kenyataannya belum sesuai harapan karena justru duetnya di lini depan Paulo Dybala yang moncer dengan torehan 10 gol dari tujuh laga.

Sementara Higuain baru bikin dua gol dari tujuh pertandingan di seluruh kompetisi. Higuain terakhir kali bikin gol adalah ke gawang Chievo 9 September lalu dan sudah absen menjebol jala lawan dalam tiga partai terakhir.

Wajar jika performa Higuain disorot tajam mengingat dia adalah pemain termahal klub ini. Bahkan saat Juve menang 1-0 atas Fiorentina dinihari WIB tadi, Higuain cuma bikin satu attempts on target.

“Ada kalanya seperti sekarang, Higuain hanya mencetak dua gol dari lima laga Serie A,” ujar pelatih Juve Massimiliano Allegri kepada Sky Italia.

“Tapi pergerakannya bagus dan dia memberikan sinyal positif, jadi dia harus tetap tenang. Bahkan musim lalu, dia sempat tak bikin gol di tiga atau empat laga,” sambungnya.

“Saya rasa itu tidak signifikan. Dia hanya butuh bereaksi dengan tepat untuk mengubah momen buruk menjadi baik,” tutupnya.