Iker Casillas Siap Kembali ke Timnas Spanyol dan Real Madrid

Iker Casillas Siap Kembali ke Timnas Spanyol dan Real Madrid

Kiper Porto, Iker Casillas, mengaku akan sangat senang jika diminta kembali ke Real Madrid. Selain itu, Casillas juga masih mau kembali membela timnas Spanyol jika dibutuhkan.

Casillas disebut sebagai kiper terbaik sepanjang sejarah Real Madrid. Ia meninggalkan klub tersebut dan bergabung ke Porto pada 2015 setelah merasa tidak lagi dibutuhkan Los Blancos.

Namun, Casillas yang kini sudah berusia 37 tahun, mengaku akan senang kembali ke Real Madrid jika mendapat ajakan dari manajemen.

“Saya telah melakukan hal yang benar dengan meninggalkan Real Madrid pada 2015,” ujar Casillas.

“Jika saya melanjutkan karier di Real Madrid, mungkin akhirnya akan lebih buruk. Saya tak ingin menutup kebersamaan itu dengan kenangan yang buruk.”

“Saya akan senang jika mendapat panggilan dari timnas Spanyol. Sama halnya jika mendapat panggilan dari Real Madrid.”

“Saya tak bisa melupakan tempat di mana saya tumbuh dan menorehkan banyak kisah,” ungkap Casillas.

Baca Juga : Mandulkan Kemba Walker, Cavaliers Menang atas Horne

Iker Casillas masuk ke akademi Real Madrid pada 1990. Ia menembus skuat utama pada 1999 dan bertahan di klub tersebut hingga 2015. Casillas turut mempersembahkan lima gelar La Liga dan tiga gelar Liga Champions untuk Real Madrid.

Zinedine Zidane Bakal Melatih Bayern Munchen?

Zinedine Zidane Bakal Melatih Bayern Munchen?

Nama Zinedine Zidane kembali muncul ke permukaan. Mantan pelatih Real Madrid itu dikabarkan berpeluang melatih Bayern Munchen di Bundesliga Jerman.

Perjalanan Munchen musim ini memang jauh dari kata ideal. Tak heran, kuat beredar isu, mereka bakal mendepak Nico Kovac dari posisi pelatih kepala Munchen. Nah, Zinedine Zidane disebut-sebut sebagai salah satu kandidatnya.

Hingga pekan ke-11 Bundesliga, Bayern hanya mampu berada di posisi ke-5 klasemen dengan 20 poin. Bayern kini tertinggal tujuh poin dari Borussia Dortmund yang berada di puncak klasemen.

Pada laga terakhir, Munchen juga kalah atas Dortmund dengan skor 3-2. Situasi ini yang membuat posisi Kovac disebut tidak aman. Meskipun baru ditunjuk pada awal musim, pemecatan kini mengancamnya.

Jika Kovac tidak kunjung mengubah situasi yang terjadi, bukan tidak mungkin dia akan benar-benar dipecat. Bahkan, kabarnya pihak Bayern kini sedang mendekati Zinedine Zidane untuk jadi pelatih baru.

Beberapa waktu lalu, Bayern Munchen membuat pernyataan bahwa posisi Nico Kovac tetap aman. Namun, hasil buruk kini kembali diraih oleh Bayern. Selain itu, ada pula kabar keretakan di skuat Bayern.

Para pemain senior seperti Thomas Muller, Franck Ribery dan Mats Hummels disebut tidak senang dengan kebijakan rotasi pemain Kovac.

Dikutip dari The Sun, kondisi itulah yang membuat kemungkinan Bayern memecat Kovac makin besar. Sebagai gantinya, Bayern sudah mendekati Zidane yang kini tidak terikat kontrak dengan klub mana pun.

Zidane disebut bakal jadi pilihan yang ideal. Dari nama-nama pelatih besar yang kini tidak sedang terikat kontrak dengan klub, Zidane adalah pilihan yang tepat. Zidane sudah terbukti sukses bersama Real Madrid.

Hanya saja, Bayern Munchen butuh usaha ekstra untuk bisa merayu Zinedine Zidane agar bersedia melatih. Sebab, Zidane juga disebut sedang didekati oleh klub lain dengan tantangan yang berat yakni Manchester United.

Baca Juga : Zinedine Zidane Dapat Tawaran dari 3 Klub Top Eropa

Pelatih asal Prancis itu dikabarkan jadi opsi utama bagi United jika memecat Jose Mourinho. Kondisi United bersama Mourinho sejauh ini juga tidak cukup baik. United berada di posisi ke-8 klasemen Premier League.

Enrique Sebut Timnas Spanyol Tidak Pantas Kalah dari Kroasia

Enrique Sebut Timnas Spanyol Tidak Pantas Kalah dari Kroasia

Timnas Spanyol menelan kekalahan pahit saat bertandang ke markas Kroasia pada matchday 4 Grup 4 Liga A UEFA Nations League (UNL), Jumat (16/11/2018) dini hari WIB. Tim asuhan Luis Enrique itu takluk dengan skor 2-3 di pengujung laga.

Timnas Spanyol memang masih memuncaki Grup 4 dengan 6 poin. Tapi, nasib mereka akan ditentukan pertandingan Inggris kontra Kroasia. Untuk lolos ke semifinal, Spanyol berharap Kroasia dan Inggris hanya bermain imbang.

Pelatih Timnas Spanyol Luis Enrique mengakui pertandingan itu berjalan sulit. Ia juga menyebut Spanyol berada di grup yang sulit meski masih ada peluang lolos.

Menurut Enrique, timnya tidak layak kalah. Dia percaya Spanyol tampil lebih baik dan seharusnya pantas meraih kemenangan.

Kini, Enrique hanya bisa berharap Spanyol masih punya peluang. “Grup ini sangat sulit. Selalu ada peluang sampai akhir. Kami masih punya peluang,” kata Enrique di fourfourtwo.

“Kedua tim memainkan babak kedua yang hebat. Kami tampil lebih baik di babak pertama dan kami layak mendapatkan hasil lebih baik. Kami tidak layak kalah dalam situasi apa pun.”

Lebih lanjut, Enrique menyebut Kroasia beruntung karena bisa mencetak gol di menit ke-90. Dia puas dengan pertandingan tersebut. Spanyol sudah tampil cukup baik, hanya saja Kroasia beruntung di menit akhir.

“Saya sangat menyukai tim di babak kedua, kami dua kali membalikkan pertandingan. Mereka beruntung di menit akhir ketika mereka putus asa, memberikan semuanya,” ujarnya.

Baca Juga : Pelit di Bursa Transfer, Arsenal Takkan Kejar Bale

“Kami tampil cukup baik di babak kedua untuk memenangkan pertandingan, namun mereka mengejutkan kami dalam serangan balik,” sambungnya.

“Saya cukup puas dengan pertandingan tersebut. Ada beberapa hal yang perlu dikembangkan tetapi saya pikir kami tak layak kalah.”

Batshuayi Menangkan Belgia atas Islandia di Laga UEFA Nations League

Batshuayi Menangkan Belgia atas Islandia di Laga UEFA Nations League

Batshuayi Menangkan Belgia atas Islandia di Laga UEFA Nations League
Batshuayi Menangkan Belgia atas Islandia di Laga UEFA Nations League

Belgia berhasil mengalahkan Islandia 2-0 dalam laga UEFA Nations League. Michy Batshuayi menjadi aktor utama dengan memborong semua gol timnya. Continue reading “Batshuayi Menangkan Belgia atas Islandia di Laga UEFA Nations League”

Mandulkan Kemba Walker, Cavaliers Menang atas Horne

Cleeland Cavaliers mengakhiri lima kekalahan beruntun di NBA. Cavaliers menang telak 113-89 atas tamunya Charlotte Hornets pada lanjutan NBA, Rabu (14/11/2018) pagi WIB.

Mandulkan Kemba Walker, Cavaliers Menang atas Horne

Kemenangan kedua Cavaliers di NBA 2018-2019 ini terasa spesial. Banyak pemain Cavaliers yang absen karena cedera seperti Kyle Korver, Kevin Love, George Hill hingga Cedi Osman.

Cavaliers langsung tancap gas di kuarter pertama. Mantan klub LeBron James itu bisa unggul jauh 38-23 di akhir kuarter pertama. Keunggulan dua digit Cavaliers ini bertahan sampai jeda, bahkan melebar menjadi 16 poin ketika babak pertama berakhir.

Cavaliers makin menjadi-jadi di kuarter tiga. Rodney Hood cs menutup kuarter tiga dengan keunggulan 19 poin. Hornets tak bisa mengejar hingga laga usai. Bahkan, Cavaliers mengakhiri pertandingan dengan selisih 24 poin.

Pemain Filipina Jordan Clarkson jadi bintang kemenangan Cavaliers dengan sumbangsih 24 poin. Tristan Thompson juga tampil apik dengan 11 poin dan 21 rebound. Di kubu Hornets, Jeremy Lamb jadi top scorer dengan membuat 22 poin.

Sukses Cavaliers mengalahkan Hornets juga tak lepas dari keberhasilan memandulkan point guard lawan, Kemba Walker. Pada laga ini Walker hanya membuat tujuh poin (pencapaian terburuknya di NBA 2018-2019).

Baca Juga : Alexis Tak Betah Main di MU

Walker hanya bisa memasukkan dua tembakan dari 16 percobaan. Padahal, Walker sedang bagus-bagusnya di musim 2018-2019. Dia merupakan pemain tersubur ketiga di NBA musim ini dengan rata-rata 27,9 poin per pertandingan.

Zinedine Zidane Dapat Tawaran dari 3 Klub Top Eropa

Zinedine Zidane disebut sudah mengantongi tiga tawaran untuk kembali melatih pada musim mendatang. Tawaran tersebut datang dari Manchester United, PSG dan Bayern Munchen.

Zinedine Zidane Dapat Tawaran dari 3 Klub Top Eropa

Zidane memilik daya tarik yang tinggi setelah meraih kesuksesan bersama Real Madrid. Tiga trofi Liga Champions dan satu gelar La Liga merupakan bukti dari kehebatan Zidane.

Namun, Zidane membuat keputusan mengejutkan dengan mengundurkan diri dari posisi pelatih Real Madrid. Ia pun memutuskan untuk rehat sejenak dari sepak bola.

Meskipun begitu, Zidane masih ada dalam pantauan klub-klub top Eropa. Manchester United disebut sudah memberikan tawaran kepada Zidane untuk menggantikan Jose Mourinho. Namun, tawaran tersebut belum ditanggapi Zidane.

Tawaran kedua datang dari PSG. Klub asal Prancis itu siap membayar sisa kontrak Thomas Tuchel jika Zidane sepakat menangani klub tersebut.

Klub teranyar yang mengajukan tawaran kepada Zidane adalah Bayern Munchen. Raksasa Jerman itu tidak puas dengan performa Niko Kovac. Saat ini, Bayern Munchen menempati peringkat kelima setelah melewati 11 laga.

Baca Juga : Juventus Curi Poin Penuh dari Kandang AC Milan

Tawaran-tawaran tersebut membuat masa depan Zinedine Zidane aman jika ia memutuskan untuk kembali menangani klub. Manchester United menjadi klub yang paling berpotensi untuk mengamankan jasa Zidane karena tantangan yang diberikan di klub tersebut.

Pelit di Bursa Transfer, Arsenal Takkan Kejar Bale

Pelit di Bursa Transfer, Arsenal Takkan Kejar Bale

Mantan pemain Arsenal, John Hartson, menilai kebijakan transfer The Gunners membuat mereka sulit bersaing untuk mendapatkan gelar Liga Inggris.

Arsenal menikmati awal musim yang baik di bawah arahan Unai Emery. Mereka sedang dalam tren 16 pertandingan beruntun tak terkalahkan.

Arsenal juga sudah memecahkan rekor transfer mereka tahun ini dengan pembelian Pierre-Emerick Aubameyang senilai 55 juta pounds. Namun, biaya yang dikeluarkan The Gunners masih jauh di belakang Manchester City, Liverpool dan Manchester United.

“Dalam hal gelar, harus ada sejumlah uang yang dikeluarkan. Arsenal harus mendukung Emery di bursa transfer. Anda tahu City mengejar pemain terbaik di planet ini. Arsenal tidak melakukan itu,” kata Hartson di Soccerway.

“Liverpool sekarang, mereka menghabiskan 60 juta pounds untuk Alisson Becker, 75 juta pounds untuk Virgil van Dijk, dan 50 juta pounds untuk Naby Keita. Mereka juga punya tiga striker yang luar biasa.”

“Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Arsenal, jika Gareth Bale tersedia, mereka tidak akan mengejar pemain itu. Saya tahu dia mantan pemain Spurs dan itu mungkin tidak terjadi.”

“Tetapi jika pemain top seperti itu tersedia dan harganya 95 juta pounds dengan gaji 40 juta pounds selama empat tahun ke depan, akankah Arsenal mengejarnya? Tidak mungkin,” Hartson menambahkan.

Baca Juga : Alexis Tak Betah Main di MU

Bale sendiri sekarang adalah pemain utama Real Madrid setelah Cristiano Ronaldo hengkang ke Juventus. Namun, pemain asal Wales itu bukanlah pemain favorit penggemar di Santiago Bernabeu.

Sukses di Juventus, Allegri Tak Menutup Peluang Latih di Luar Italia

Sukses di Juventus, Allegri Tak Menutup Peluang Latih di Luar Italia

Massimiliano Allegri menegaskan masih ingin bertahan bersama Juventus. Namun, Allegri juga mengaku membuka kesempatan untuk melatih klub di luar Italia.

Allegri menangani Juventus sejak tahun 2014 lalu. Ia meraih sukses besar bersama dengan tim berjuluk Si Nyonya Tua itu.

Saat ini ia masih terikat kontrak hingga tahun 2020. Meski masa kerjanya di Juve masih lama, ia cukup sering disebut akan angkat kaki sejak musim lalu.

Ia sempat disebut bakal menggantikan Arsene Wenger di Arsenal. Ia juga sempat disebut diminati oleh Real Madrid dan yang terbaru, ia disebut diminati oleh Manchester United.

Allegri kemudian ditanya soal masa depannya. Eks pelatih AC Milan ini mengaku ia tak menutup peluang untuk hengkang ke luar negeri. Namun saat ini ia masih belum ingin pindah dari Juve.

“Masa depan saya? Tentunya pengalaman di luar negeri akan menyenangkan,” ucap Allegri pada Sport Mediaset.

“Tapi saya baik-baik saja di Juventus. Saya berada di tim besar, klub solid yang bekerja untuk masa depan. Kami berbagi segalanya dan saya berharap dapat tinggal di sini untuk waktu yang lama,” tegasnya.

Pelatih berusia 51 tahun ini lantas menambahkan bahwa ia masih merasa tertegun. Sebab Juve baru saja dikalahkan oleh Manchester United di kandang sendiri.

“Itu tidak mudah setelah kekalahan seperti yang terjadi melawan Manchester United,” ungkap Allegri.

Baca Juga : Moratti Ungkap Alasan Mourinho Lakukan Selebrasi Provokatif

“Kami sedikit tertegun karena sejak April kami tidak pernah kalah dalam sebuah pertandingan. Tetapi anak-anak memainkan pertandingan serius, baik dari sudut pandang defensif dan ofensif,” serunya.

Alexis Tak Betah Main di MU

Alexis Tak Betah Main di MU

Meski mulai mendapat kesempatan bermain lagi di Manchester United (MU), penyerang sayap Alexis Sanchez menyesali keputusannya pindah ke Old Trafford. Alexis mengintip peluang cabut di bulan Januari 2019.

Alexis didatangkan MU pada Januari 2018. Ketika itu MU melakukan barter dengan Arsenal. Setan Merah memberikian winger Henrikh Mkhitaryan.

Sayangnya Alexis kesulitan beradaptasi bersama MU. Sejauh ini pria asal Chile itu baru membukukan empat gol dari 28 penampilan di berbagai kompetisi.

Alexis sempat diparkir oleh manajer Jose Mourinho di awal musim. Namun pada awal November Alexis mulai mendapat kesempatan bermain.

Hal ini tak mengubah pandangan Alexis. The Times melaporkan eks pemain Barcelona itu sudah membulatkan tekad pergi Januari nanti. Alexis menemui kesulitan untuk beradaptasi dengan permainan MU dan juga gaya hidup di kota Manchester.

Baca Juga : Moratti Ungkap Alasan Mourinho Lakukan Selebrasi Provokatif

Alexis diduga ingin pindah ke Paris Saint Germain. Agennya, Fernando Felicevich sudah mulai membuka pembicaraan dengan PSG untuk merekrut kliennya.

Besarnya gaji Alexis di MU membuat hanya PSG saja yang sanggup memenuhi permintaan dari mantan pemain Udinese itu.

Juventus Curi Poin Penuh dari Kandang AC Milan

Juventus Curi Poin Penuh dari Kandang AC Milan

Juventus Curi Poin Penuh dari Kandang AC Milan

Juventus mencuri poin penuh dari San Siro setelah menang dengan skor 2-0 atas AC Milan. Mario Mandzukic dan Cristiano Ronaldo mencetak gol kemenangan Bianconeri.

Laga baru berjalan delapan menit ketika Mario Mandzukic membobol gawang AC Milan. Mandzukic menyambut umpan Alex Sandro dengan kepalanya dan membuat Juventus unggul.

Mandzukic hampir membobol gawang AC Milan lagi pada menit ke-11, namun pemain bertahan membuat penyelamatan yang tepat dan skor tetap 1-0 untuk kenggulan Juventus.

AC Milan mendapat tendangan penalti pada menit ke-40. Wasit pertandingan membuat keputusan dengan menggunakan VAR.

Namun, peluang untuk menyamakan kedudukan terbuang setelah bola hasil tendangan Gonzalo Higuain dapat dihalau Wojciech Szczesny. Babak pertama pertandingan berakhir untuk keunggulan Juventus.

Paulo Dybala mendapatkan peluang melalui tendangan bebas pada menit ke-57. Namun, bola hasil tendangannya terbentur tiang. Juventus terus menekan pertahanan AC Milan.

Pada menit ke-81, Juventus menggandakan keunggulan melalui gol yang dicetak Cristiano Ronaldo. Mantan pemain Real Madrid itu memanfaatkan bola liar hasil tendangan Joao Cancelo yang ditepis Gianluigi Donnarumma.

AC Milan harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Gonzalo Higuain mendapat dua kartu kuning. Kartu kuning tersebut didapat setelah Higuain terus mempertanyakan keputusan wasit.

Baca Juga : Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra Melangkah ke Semifinal

Laga pun berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Juventus. Hasil tersebut memperkukuh posisi Juventus pada klasemen sementara Serie A dengan 34 poin. Bianconeri unggul enam poin atas Napoli yang ada di peringkat kedua.