LeBron James Tak Frutrasi Menit Bermainnya Dipangkas di Lakers

  LeBron James Tak Frutrasi Menit Bermainnya Dipangkas di Lakers

LeBron James Tak Frutrasi Menit Bermainnya Dipangkas di Lakers
LeBron James Tak Frutrasi Menit Bermainnya Dipangkas di Lakers

LeBron James merasa frustasi dengan keputusan Luke Walton. Pelatih La Lakers ini tak pernah menurunkannya secara penuh selama 48 menit.

LeBron James bergabung dengan La Lakers pada musim panas ini setelah memutuskan meninggalkan Cleveland Cavaliers. Dengan segala reputasinya, kedatangan pria 33 tahun ini tentu diharapkan mampu mengangkat prestasi Lakers yang tenggelam dalam beberapa musim terakhir.

Baca juga : Di Serie A, Cristiano Ronaldo Lebih Baik daripada Maradona dan Van Basten

Dampak instan langsung dihadirkan peraih empat gelar pemain terbaik NBA terhadap performa Lakers. James rata-rata mampu mencetak 27,8 poin per laga dan mengantarkan Lakers bertengger di peringkat lima wilayah barat.

Namun kini, kenyamanan James di klub asal Los Angeles ini disebut sedikit terganggu dengan keputusan sang pelatih, Luke Walton, yang tak pernah menurunkannya secara penuh. Hal ini membuat pria kelahiran Ohio dikabarkan merasa frustasi. Rata-rata menit bermain James 34,6 menit setiap pertandingam yang terendah selama 16 tahun berkiprah di NBA.

Continue reading “LeBron James Tak Frutrasi Menit Bermainnya Dipangkas di Lakers”

Di Serie A, Cristiano Ronaldo Lebih Baik daripada Maradona dan Van Basten

Di Serie A, Cristiano Ronaldo Lebih Baik daripada Maradona dan Van Basten

Turin – Cristiano Ronaldo mempertontonkan performa gemilang sejak direkrut Juventus dari Real Madrid. Dengan catatan golnya hingga saat ini, dia sudah melangkahi torehan sosok legendaris yang pernah jadi ikon Serie A di masa lalu. Sebut saja Diego Maradonna dan Marco Van Basten.

Cristiano Ronaldo memberikan dampak instan sejak tiba di Turin pada bulan Juli lalu. Pemain asal Portugal tersebut berhasil membayar tuntas uang yang dikeluarkan Juventus untuk memboyongnya dengan koleksi 10 gol dari 14 penampilannya di Serie A.

Total 10 gol itu tidak hanya membuat Ronaldo memimpin perolehan gol sementara Serie A saat ini, namun juga memberi dampak positif kepada Bianconeri. Hingga sekarang, skuat asuhan Massimiliano Allegri itu sedang memuncaki klasemen tanpa merasakan kekalahan.

Berdasarkan laporan dari Calciomercato.com, pria berumur 33 tahun tersebut sudah melewati pemain-pemain legendaris lainnya yang pernah bermain di Serie A. Eks bintang Real Madrid itu disebut punya catatan lebih baik dari Maradona dan Van Basten.

Keduanya memang pernah bermain di Serie A, Maradona bersama Napoli dan Van Basten dengan AC Milan. Tetapi mereka, diklaim Calciomercato.com, tidak memiliki catatan start apik sebaik Cristiano Ronaldo bersama Juventus musim ini.

Cristiano Ronaldo juga disebut memiliki catatan start yang lebih baik ketimbang striker legendaris Inter Milan, Ronaldo Nazario. Padahal, pesepak bola asal Brasil itu diketahui sebagai salah satu striker berbahaya dalam sejarah Serie A.

Ronaldo juga berhasil mengalahkan penyerang berbahaya lainnya seperti David Trezeguet, Zlatan Ibrahimovic. Dalam 14 penampilan perdananya bersama Bianconeri, kedua pemain itu hanya mampu membukukan tujuh gol saja.

Walau demikian, Ronaldo bukanlah pemain pertama yang berhasil meraih torehan apik tersebut. Penyerang legendaris AC Milan, Andriy Shevchenko, juga pernah meraih dua digit gol dalam 14 penampilan perdananya.

Baca Juga : CLS Tumbang di Markas Macau Black Bears

Di Juventus sendiri, ia juga masih kalah dari pemain legendaris lainnya, John Charles. Pria asal Wales tersebut berhasil mencatatkan 13 gol dari 14 penampilan perdananya bersama Bianconeri di Serie A pada tahun 1957 silam.

Unai Emery Dianggap Jadi Kunci Arsenal Tekuk Tottenham

Unai Emery Dianggap Jadi Kunci Arsenal Tekuk Tottenham

Arsenal meraih kemenangan penting saat menjamu Tottenham Hotspur pada pekan ke-14, Liga Inggris 2018/19, Minggu (2/12) malam WIB kemarin. Bermain di depan dukungan sendiri di Emirates Stadium, Arsenal sukses mengalahkan Spurs dengan skor 4-2.

Kemenangan atas Spurs tentu bukan sekadar soal tiga poin. Lebih dari itu, laga ini sarat gengsi. Skuat Arsenal akan mendulang kepercayaan diri tinggi pasca kemenangan tersebut.

Unai Emery, pelatih anyar Arsenal, dinilai berperan penting atas hasil tersebut. Sejak memulai pekerjaannya, Emery telah mengembangkan kekuatan Arsenal, khususnya mentalitas skuat. Arsenal kini doyan menang.

Tak hanya itu, Arsenal diklaim tak akan bisa mengalahkan Tottenham jika masih dilatih Arsene Wenger.

Analis sepak bola Sky Sports, Jamie Redknapp menegaskan bahwa Emery telah menghadirkan perubahan besar pada skuat Arsenal. Semua perubahan positif itu tampak jelas pada laga kontra Tottenham, Arsenal bukan yang dahulu lagi.

“Ada perubahan mentalitas yang masif dalam klub ini. Di bangku cadangan, ketika seseorang mencetak gol, mereka merayakannya bersama,” ujar Redknapp di Sky Sports.

“Tak bermaksud mengerdilkan Arsene Wenger, dia sudah jadi salah satu pelatih hebat Premier League. Namun, banyak orang jadi begitu pasif di bawah Wenger, itu jadi norma mereka. Fan tampak tidak mencari apa-apa.”

Kini, Arsenal jauh berbeda di bawah Emery. Mantan pelatih PSG itu lebih berani memainkan pemain muda, permainan Arsenal lebih mengalir. Emery juga tak takut mengubah pakem Arsenal yang dibentuk Wenger.

“Sekarang mereka akan terus melaju. Mereka adalah tim muda, dia [Emery] punya kemampuan itu. Dia membuat pergantian pemain yang berani di paruh waktu.”

Baca Juga : Fabregas Bertahan di Chelsea Hingga Akhir Musim

“Mereka menunjukkan determinasi tinggi dan saya tak percaya mereka akan mendapatkan itu dalam beberapa tahun di bawah Wenger. Sekarang dia (Emery) mengubah klub,” tutup Redknapp.

CLS Tumbang di Markas Macau Black Bears

CLS Tumbang di Markas Macau Black Bears

CLS Knights Indonesia harus menelan dua kekalahan beruntun di Kompetisi Asean Basketball League (ABL) 2018-2019. Bertandang ke markas Macau Black Bears di Nanhai Gymnasium, Tiongkok, Minggu (1/12/2018), CLS takluk 110-117.

Duo pemain tuan rumah Mikhael Alexander McKinney dan Anthony Tucker menjadi mimpi buruk bagi CLS Knights.

Performa keduanya mampu merepotkan skuad Brian Rowsom dan sekaligus juga mereka berperan besar dalam urusan mencetak poin. Anthony Tucker yang berposisi selaku pengatur serangan timnya, akhirnya terpilih sebagai player of the game, di game ini, ia mampu mencetak torehan double-double (36 poin, empat rebound, 12 assist). Sedangkan rekannya MCKinney membuat 35 angka, tujuh assist dan lima rebound.

Sebenarnya para pemain CLS tidak bermain buruk di game ini. Terbukti, lima pemain inti CLS berhasil membuat di atas 10 angka. Maxie Esho mencetak 26 poin, Montay Brandon 24, Wong Wei Long 20, Stephen Hurt 16, dan Brandon Jawato 17.

Sayangnya para pemain CLS begitu sulit untuk menghentikan pergerakan Tucker dan MC Kinney. Ditambah lagi dikeluarkannya bigman CLS Stephen Hurt pada kuarter keempat karena mendapatkan technical foul.

Keluarnya Hurt memberi keleluasaan untuk center lawan, Ryan Watkins, mencetak angka dan mengambil bola rebound di daerah area pertahanan CLS Knights. Ia akhirnya juga mampu membuat double-double (24 poin, 15 rebound).

Black Bears mampu unggul terlebih dulu di paruh pertama (50-46). Setelah itu mereka memperbesar margin kemenangan di kuarter ketiga dengan selisih 10 angka (88-78).

Meski sebenarnya CLS beberapa kali mampu mencetak angka dari fast break (17 poin), tapi nyatanya,mereka kalah dalam urusan membuat poin dari tembakan tiga angka. Black Bears membuat 12 kali tembakan tiga angka sedangkan CLS hanya enam.

Selain itu, Black Bears juga kuat dengan membuat 38 rebound, CLS hanya 35 saja. Ini merupakan kekalahan yang ketiga untuk CLS, setelah pada game kandang sebelumnya, mereka terpeleset atas tamunya Saigon Heat.

“Sebenarnya kami tidak bermain buruk. Hanya saja kita tidak mampu bermain bertahan dengan baik disaat kita membutuhkan itu melawan tim lawan yang merupakan tim pencetak skor yang hebat dan memberikan masalah lewat serangan mereka,” kata ujar Brian Rowsom.

Baca Juga : MU Bukan Lagi Tim yang Menakutkan

“Tucker dan McKinney juga banyak membuat poin baik dari tembakan tiga angka maupun penetrasinya, itulah yang menjadi pembeda di game ini. Kami akan terus berjuang di game selanjutnya dan melatih pertahanan agar lebih baik lagi,” pungkasnya.

Ronaldo Vs Fiorentina: Cetak Gol, Kartu Kuning, dan Diganti

Ronaldo Vs Fiorentina: Cetak Gol, Kartu Kuning, dan Diganti

Ronaldo Vs Fiorentina: Cetak Gol, Kartu Kuning, dan DigantiRonaldo Vs Fiorentina: Cetak Gol, Kartu Kuning, dan Diganti
Ronaldo Vs Fiorentina: Cetak Gol, Kartu Kuning, dan Diganti

Cristiano Ronaldo kembali mencetak gol untuk Juventus, namun tak lama berselang dia diganjar kartu kuning dan langsung diganti. Continue reading “Ronaldo Vs Fiorentina: Cetak Gol, Kartu Kuning, dan Diganti”

Fabregas Bertahan di Chelsea Hingga Akhir Musim

Fabregas Bertahan di Chelsea Hingga Akhir Musim

Gelandang Chelsea, Cesc Fabregas belum berniat untuk tinggalkan klub pada bursa transfer Januari. Dia memastikan masih ingin membela The Blues hingga akhir musim.

Pemain asal Spanyol ini juga memastikan bahwa dia masih bahagia bermain untuk Chelsea.

Fabregas selama ini memang kerap disebut akan pindah dari Chelsea. Sebab, Fabregas jarang mendapatkan kesempatan bermain dari pelatih Maurizio Sarri. Fabregas bukan lagi pilihan utama.

Sejumlah klub papan atas Eropa pun punya minat untuk menampung Fabregas. Salah satu klub yang cukup serius memburu jasa eks pemain Arsenal tersebut adalah AC Milan.

Milan disebut sudah mendekati Fabregas dan bakal membawanya ke San Siro pada Januari 2019. Namun, Fabregas dengan tegas membantahnya. Dia mengaku tidak akan pindah sebelum kontraknya dengan The Blues habis.

Kontrak Cesc Fabregas dengan Chelsea akan habis begitu musim 2018/19 usai. Sejauh ini, belum ada rencana dari Chelsea untuk memberikan kontrak baru. Namun, Fabregas pun mengaku belum ingin pindah sebelum musim depan.

“Tidak, saya tidak berbicara dengan klub mana pun,” tegas Fabregas seperti dikutip dari Football Espana.

“Jelas bahwa pada bulan Januari saya bisa meneken pra kontrak dengan klub lain dan dengan siapa pun yang saya inginkan. Mungkin juga ada banyak klub yang tertarik.”

“Tapi, sejauh ini, berkaca dari apa yang saya katakan sekarang, saya akan tetap bertahan di sini hingga akhir musim,” tegas Fabregas.

Kemampuan Cesc Fabregas sebagai gelandang pengatur serangan tidak diragukan lagi. Karena itulah, AC Milan getol mendekati pemain 31 tahun. Fabregas punya pengalaman yang dibutuhkan oleh Milan pada musim ini.

Baca Juga : Chelsea Tetap Buas, Sarri Puas

“Saya bahagia berada di Stamford Bridge, saya senang. Itu adalah yang paling penting. Tapi, tentu saja setiap pemain ingin mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak,” tutup Fabregas.

Ronaldo Tahu Takkan Menangi Ballon d’Or, Akan Absen di Gala

Ronaldo Tahu Takkan Menangi Ballon d’Or, Akan Absen di Gala

Ronaldo Tahu Takkan Menangi Ballon d'Or, Akan Absen di Gala
Ronaldo Tahu Takkan Menangi Ballon d’Or, Akan Absen di Gala

Cristiano Ronaldo dikabarkan sudah tahu hasil Ballon d’Or 2018. Ronaldo tidak menang sehingga tidak akan menghadiri acara penghargaan itu. Continue reading “Ronaldo Tahu Takkan Menangi Ballon d’Or, Akan Absen di Gala”