Bos Barcelona Buka Pintu Untuk Neymar

Bos Barcelona Buka Pintu Untuk Neymar

Direktur Olahraga Barcelona, Pep Segura, percaya tak ada yang mustahil dalam sepak bola, termasuk striker PSG, Neymar, kembali ke Camp Nou.

Neymar belakangan memang dilaporkan rindu dengan Barcelona. Hidup di Paris, tak senyaman yang dibayangkannya.

Saat Brasil beruji coba melawan Uruguay, akhir pekan lalu, Neymar sempat ditanya peluangnya kembali ke Barcelona. Hanya senyum yang dilayangkan Neymar, saat menjawab pertanyaan tersebut.

Segura kemudian memberikan respons terkait rumor kepulangan Neymar. Tak ada jawaban yang jelas, namun Segura mengisyaratkan Neymar akan diterima di Camp Nou.

“Semua pemain yang ada di bursa transfer cenderung datang jika mereka sesuai dengan kebutuhan kami,” kata Segura di Soccerway.

“Hari ini, Neymar tidak ada di bursa. Jika suatu hari ada kemungkinan, apakah ada yang percaya bahwa klub seperti Barcelona tidak mempertimbangkannya? Dalam kasus Neymar dan siapa pun, kami harus memberikan yang terbaik.”

“Kualitas pemain adalah aspek yang harus Anda perhitungkan. Kita tidak boleh lupa bagaimana Neymar pernah menolak kami sebagai klub. Tetapi jika kami membutuhkannya, kami akan mengejarnya. Dan akhirnya, aspek finansial harus sesuai,” Segura menambahkan.

Neymar sendiri musim ini sudah membela PSG dalam 16 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Ia juga menyumbangkan 13 gol dan tujuh assist.

Sempat Tertinggal 2 Gol, Belanda Mampu Imbangi Jerman

Sempat Tertinggal 2 Gol, Belanda Mampu Imbangi Jerman

Gelsenkirchen – Belanda secara dramatis mengimbangi Jerman, 2-2, pada laga Liga A1 UEFA Nations League 2018-2019, di Veltins Arena, Gelsenkirchen, Senin (19/11/2018) waktu setempat. De Oranje pun lolos ke putaran final.

Pada laga tersebut, Belanda sempat tertinggal dua gol dari tuan rumah. Namun, lima menit sebelum laga berakhir, De Oranje mampu mencetak dua gol untuk membawa pulang satu poin.

Belanda memang hanya butuh satu poin demi lolos ke putaran final. Namun, pasukan Ronald Koeman justru tampil tegang pada awal pertandingan.

Jerman bisa membuka skor terlebih dahulu melalui Timo Werner pada menit ke-9. Tembakan jarak jauh striker RB Leipzig itu bersarang di pojok gawang Belanda yang dikawal Jasper Cillessen.

Sepuluh menit kemudian, Cillessen terpaksa kembali memungut bola dari gawangnya. Kali ini, aksi menawan Leroy Sane yang mengecoh barisan belakang Belanda berujung gol kedua untuk Jerman.

Belanda berusaha keras mencetak dua gol. Upaya tersebut akhirnya menemui hasil ketika pertandingan memasuki menit ke-85. Tembakan kaki kanan Quincy Promes mengoyak jala Manuel Neuer.

Butuh tambahan satu gol, Belanda kembali gencar menyerang pertahanan Jerman. Hasilnya, bek sekaligus kapten De Oranje, Virgil van Dijk, mencetak gol penyeimbang pada menit ke-90. Laga berakhir 2-2.

Hasil itu cukup untuk membawa Belanda menggusur Prancis yang berada di puncak. Kedua tim sama-sama mengemas tujuh poin, namun Belanda unggul catatan pertemuan atas Prancis.

Sementara itu, Jerman gagal meraih satu kemenangan pun pada UEFA Nations League 2018-2019. Der Panzer hanya mengemas dua poin dan harus terdegradasi ke Liga B.

Susunan pemain

Jerman: 1-Manuel Neuer; 15-Niklas Sule, 5-Mats Hummels, 16-Antonio Rudiger; 2-Thilo Kehrer, 18-Joshua Kimmich, 8-Toni Kroos, 13-Nico Schulz; 20-Serge Gnabry (13-Thomas Muller 67), 9-Timo Werner (11-Marco Reus 63), 19-Leroy Sane (6-Leon Goretzka 80)

Pelatih: Joachim Low

Belanda: 1-Jasper Cillessen; 2-Kenny Tete, 3-Matthijs de Ligt, 4-Virgil van Dijk, 5-Daley Blind; 6-Marten de Roon, 7-Frenkie de Jong; 9-Quincy Promes, 8-Georginio Wijnaldum (21-Tonny Trindade de Vilhena 60), 11-Ryan Babel (20-Javairo Dilrosun 45 (19-Luuk de Jong 66)); 10-Memphis Depay

Pelatih: Ronald Koeman

Wasit: Ovidiu Hategan (Rumania)

Sarri Terkesan Mourinho, tapi Lebih Klop dengan Klopp

Sarri Terkesan Mourinho, tapi Lebih Klop dengan Klopp

Sarri Terkesan Mourinho, tapi Lebih Klop dengan Klopp
Sarri Terkesan Mourinho, tapi Lebih Klop dengan Klopp

Manajer Chelsea, Maurizio Sarri, menaruh respek kepada Jose Mourinho. Tapi, urusan gaya bermain, dia lebih senang disebut mirip dengan Juergen Klopp. Continue reading “Sarri Terkesan Mourinho, tapi Lebih Klop dengan Klopp”

Kroasia Terdegradasi, Modric Tak Khawatirkan Gelar Ballon d’Or

Kroasia Terdegradasi, Modric Tak Khawatirkan Gelar Ballon d’Or

Bintang Real Madrid dan Kroasia, Luka Modric, tidak mengkhawatirkan soal penghargaan Ballon d’Or. Menurutnya, ia sudah memiliki tahun yang hebat dengan atau tanpa hadiah.

Modric, 33, difavoritkan untuk memenangkan penghargaan individu yang didambakan setiap pemain sepak bola. Ia dinilai layak mendapatkan Ballon d’Or setelah membantu Real Madrid meraih gelar Liga Champions dan memimpin Kroasia ke final Piala Dunia pada 2018.

Tapi gelandang, yang sudah meraih penghargaan Pemain Pria Terbaik FIFA pada bulan September lalu, mengaku tidak mempedulikan tentang Ballon d’Or.

“Saya mengatakan terakhir kali saya merasa terhormat berada di kompetisi ini untuk penghargaan besar ini,” kata Modric.

“Jika itu terjadi, tidak ada yang lebih bahagia dari saya, tetapi jika tidak, tidak akan ada yang berubah.

“Saya sudah memiliki tahun yang hebat dan hanya itu,” kata pemain andalan Kroasia ini.

Modric gagal membawa timnya berkiprah lebih jauh di ajang UEFA Nations League. Itu setelah Timnas Kroasia dikalahkan Inggris 1-2.

Kekalahan Kroasia di Wembley ini, membuat mereka terdegradasi dari ajang itu. Mereka hanya menempati posisi ketiga di Grup 4.

Modric sendiri sudah membela Madrid dalam 16 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Ia juga menyumbangkan tiga assist.

Iker Casillas Siap Kembali ke Timnas Spanyol dan Real Madrid

Iker Casillas Siap Kembali ke Timnas Spanyol dan Real Madrid

Kiper Porto, Iker Casillas, mengaku akan sangat senang jika diminta kembali ke Real Madrid. Selain itu, Casillas juga masih mau kembali membela timnas Spanyol jika dibutuhkan.

Casillas disebut sebagai kiper terbaik sepanjang sejarah Real Madrid. Ia meninggalkan klub tersebut dan bergabung ke Porto pada 2015 setelah merasa tidak lagi dibutuhkan Los Blancos.

Namun, Casillas yang kini sudah berusia 37 tahun, mengaku akan senang kembali ke Real Madrid jika mendapat ajakan dari manajemen.

“Saya telah melakukan hal yang benar dengan meninggalkan Real Madrid pada 2015,” ujar Casillas.

“Jika saya melanjutkan karier di Real Madrid, mungkin akhirnya akan lebih buruk. Saya tak ingin menutup kebersamaan itu dengan kenangan yang buruk.”

“Saya akan senang jika mendapat panggilan dari timnas Spanyol. Sama halnya jika mendapat panggilan dari Real Madrid.”

“Saya tak bisa melupakan tempat di mana saya tumbuh dan menorehkan banyak kisah,” ungkap Casillas.

Baca Juga : Mandulkan Kemba Walker, Cavaliers Menang atas Horne

Iker Casillas masuk ke akademi Real Madrid pada 1990. Ia menembus skuat utama pada 1999 dan bertahan di klub tersebut hingga 2015. Casillas turut mempersembahkan lima gelar La Liga dan tiga gelar Liga Champions untuk Real Madrid.

Zinedine Zidane Bakal Melatih Bayern Munchen?

Zinedine Zidane Bakal Melatih Bayern Munchen?

Nama Zinedine Zidane kembali muncul ke permukaan. Mantan pelatih Real Madrid itu dikabarkan berpeluang melatih Bayern Munchen di Bundesliga Jerman.

Perjalanan Munchen musim ini memang jauh dari kata ideal. Tak heran, kuat beredar isu, mereka bakal mendepak Nico Kovac dari posisi pelatih kepala Munchen. Nah, Zinedine Zidane disebut-sebut sebagai salah satu kandidatnya.

Hingga pekan ke-11 Bundesliga, Bayern hanya mampu berada di posisi ke-5 klasemen dengan 20 poin. Bayern kini tertinggal tujuh poin dari Borussia Dortmund yang berada di puncak klasemen.

Pada laga terakhir, Munchen juga kalah atas Dortmund dengan skor 3-2. Situasi ini yang membuat posisi Kovac disebut tidak aman. Meskipun baru ditunjuk pada awal musim, pemecatan kini mengancamnya.

Jika Kovac tidak kunjung mengubah situasi yang terjadi, bukan tidak mungkin dia akan benar-benar dipecat. Bahkan, kabarnya pihak Bayern kini sedang mendekati Zinedine Zidane untuk jadi pelatih baru.

Beberapa waktu lalu, Bayern Munchen membuat pernyataan bahwa posisi Nico Kovac tetap aman. Namun, hasil buruk kini kembali diraih oleh Bayern. Selain itu, ada pula kabar keretakan di skuat Bayern.

Para pemain senior seperti Thomas Muller, Franck Ribery dan Mats Hummels disebut tidak senang dengan kebijakan rotasi pemain Kovac.

Dikutip dari The Sun, kondisi itulah yang membuat kemungkinan Bayern memecat Kovac makin besar. Sebagai gantinya, Bayern sudah mendekati Zidane yang kini tidak terikat kontrak dengan klub mana pun.

Zidane disebut bakal jadi pilihan yang ideal. Dari nama-nama pelatih besar yang kini tidak sedang terikat kontrak dengan klub, Zidane adalah pilihan yang tepat. Zidane sudah terbukti sukses bersama Real Madrid.

Hanya saja, Bayern Munchen butuh usaha ekstra untuk bisa merayu Zinedine Zidane agar bersedia melatih. Sebab, Zidane juga disebut sedang didekati oleh klub lain dengan tantangan yang berat yakni Manchester United.

Baca Juga : Zinedine Zidane Dapat Tawaran dari 3 Klub Top Eropa

Pelatih asal Prancis itu dikabarkan jadi opsi utama bagi United jika memecat Jose Mourinho. Kondisi United bersama Mourinho sejauh ini juga tidak cukup baik. United berada di posisi ke-8 klasemen Premier League.

Enrique Sebut Timnas Spanyol Tidak Pantas Kalah dari Kroasia

Enrique Sebut Timnas Spanyol Tidak Pantas Kalah dari Kroasia

Timnas Spanyol menelan kekalahan pahit saat bertandang ke markas Kroasia pada matchday 4 Grup 4 Liga A UEFA Nations League (UNL), Jumat (16/11/2018) dini hari WIB. Tim asuhan Luis Enrique itu takluk dengan skor 2-3 di pengujung laga.

Timnas Spanyol memang masih memuncaki Grup 4 dengan 6 poin. Tapi, nasib mereka akan ditentukan pertandingan Inggris kontra Kroasia. Untuk lolos ke semifinal, Spanyol berharap Kroasia dan Inggris hanya bermain imbang.

Pelatih Timnas Spanyol Luis Enrique mengakui pertandingan itu berjalan sulit. Ia juga menyebut Spanyol berada di grup yang sulit meski masih ada peluang lolos.

Menurut Enrique, timnya tidak layak kalah. Dia percaya Spanyol tampil lebih baik dan seharusnya pantas meraih kemenangan.

Kini, Enrique hanya bisa berharap Spanyol masih punya peluang. “Grup ini sangat sulit. Selalu ada peluang sampai akhir. Kami masih punya peluang,” kata Enrique di fourfourtwo.

“Kedua tim memainkan babak kedua yang hebat. Kami tampil lebih baik di babak pertama dan kami layak mendapatkan hasil lebih baik. Kami tidak layak kalah dalam situasi apa pun.”

Lebih lanjut, Enrique menyebut Kroasia beruntung karena bisa mencetak gol di menit ke-90. Dia puas dengan pertandingan tersebut. Spanyol sudah tampil cukup baik, hanya saja Kroasia beruntung di menit akhir.

“Saya sangat menyukai tim di babak kedua, kami dua kali membalikkan pertandingan. Mereka beruntung di menit akhir ketika mereka putus asa, memberikan semuanya,” ujarnya.

Baca Juga : Pelit di Bursa Transfer, Arsenal Takkan Kejar Bale

“Kami tampil cukup baik di babak kedua untuk memenangkan pertandingan, namun mereka mengejutkan kami dalam serangan balik,” sambungnya.

“Saya cukup puas dengan pertandingan tersebut. Ada beberapa hal yang perlu dikembangkan tetapi saya pikir kami tak layak kalah.”

Batshuayi Menangkan Belgia atas Islandia di Laga UEFA Nations League

Batshuayi Menangkan Belgia atas Islandia di Laga UEFA Nations League

Batshuayi Menangkan Belgia atas Islandia di Laga UEFA Nations League
Batshuayi Menangkan Belgia atas Islandia di Laga UEFA Nations League

Belgia berhasil mengalahkan Islandia 2-0 dalam laga UEFA Nations League. Michy Batshuayi menjadi aktor utama dengan memborong semua gol timnya. Continue reading “Batshuayi Menangkan Belgia atas Islandia di Laga UEFA Nations League”

Mandulkan Kemba Walker, Cavaliers Menang atas Horne

Cleeland Cavaliers mengakhiri lima kekalahan beruntun di NBA. Cavaliers menang telak 113-89 atas tamunya Charlotte Hornets pada lanjutan NBA, Rabu (14/11/2018) pagi WIB.

Mandulkan Kemba Walker, Cavaliers Menang atas Horne

Kemenangan kedua Cavaliers di NBA 2018-2019 ini terasa spesial. Banyak pemain Cavaliers yang absen karena cedera seperti Kyle Korver, Kevin Love, George Hill hingga Cedi Osman.

Cavaliers langsung tancap gas di kuarter pertama. Mantan klub LeBron James itu bisa unggul jauh 38-23 di akhir kuarter pertama. Keunggulan dua digit Cavaliers ini bertahan sampai jeda, bahkan melebar menjadi 16 poin ketika babak pertama berakhir.

Cavaliers makin menjadi-jadi di kuarter tiga. Rodney Hood cs menutup kuarter tiga dengan keunggulan 19 poin. Hornets tak bisa mengejar hingga laga usai. Bahkan, Cavaliers mengakhiri pertandingan dengan selisih 24 poin.

Pemain Filipina Jordan Clarkson jadi bintang kemenangan Cavaliers dengan sumbangsih 24 poin. Tristan Thompson juga tampil apik dengan 11 poin dan 21 rebound. Di kubu Hornets, Jeremy Lamb jadi top scorer dengan membuat 22 poin.

Sukses Cavaliers mengalahkan Hornets juga tak lepas dari keberhasilan memandulkan point guard lawan, Kemba Walker. Pada laga ini Walker hanya membuat tujuh poin (pencapaian terburuknya di NBA 2018-2019).

Baca Juga : Alexis Tak Betah Main di MU

Walker hanya bisa memasukkan dua tembakan dari 16 percobaan. Padahal, Walker sedang bagus-bagusnya di musim 2018-2019. Dia merupakan pemain tersubur ketiga di NBA musim ini dengan rata-rata 27,9 poin per pertandingan.

Zinedine Zidane Dapat Tawaran dari 3 Klub Top Eropa

Zinedine Zidane disebut sudah mengantongi tiga tawaran untuk kembali melatih pada musim mendatang. Tawaran tersebut datang dari Manchester United, PSG dan Bayern Munchen.

Zinedine Zidane Dapat Tawaran dari 3 Klub Top Eropa

Zidane memilik daya tarik yang tinggi setelah meraih kesuksesan bersama Real Madrid. Tiga trofi Liga Champions dan satu gelar La Liga merupakan bukti dari kehebatan Zidane.

Namun, Zidane membuat keputusan mengejutkan dengan mengundurkan diri dari posisi pelatih Real Madrid. Ia pun memutuskan untuk rehat sejenak dari sepak bola.

Meskipun begitu, Zidane masih ada dalam pantauan klub-klub top Eropa. Manchester United disebut sudah memberikan tawaran kepada Zidane untuk menggantikan Jose Mourinho. Namun, tawaran tersebut belum ditanggapi Zidane.

Tawaran kedua datang dari PSG. Klub asal Prancis itu siap membayar sisa kontrak Thomas Tuchel jika Zidane sepakat menangani klub tersebut.

Klub teranyar yang mengajukan tawaran kepada Zidane adalah Bayern Munchen. Raksasa Jerman itu tidak puas dengan performa Niko Kovac. Saat ini, Bayern Munchen menempati peringkat kelima setelah melewati 11 laga.

Baca Juga : Juventus Curi Poin Penuh dari Kandang AC Milan

Tawaran-tawaran tersebut membuat masa depan Zinedine Zidane aman jika ia memutuskan untuk kembali menangani klub. Manchester United menjadi klub yang paling berpotensi untuk mengamankan jasa Zidane karena tantangan yang diberikan di klub tersebut.