Ini yang Jadi Fokus Kevin / Marcus di Final Indonesia Masters 201

Ini yang Jadi Fokus Kevin / Marcus di Final Indonesia Masters 201

Jakarta – Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, bertekad tak ingin kehilangan motivasi dan fokus pada partai final Indonesia Masters 2018 yang berlangsung Minggu (28/1/2018). Mereka ingin meraih juara di hadapan publik Indonesia.

Kevin/Marcus menang mudah atas pasangan asal India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, pada semifinal, Sabtu (27/1/2018). Pasangan yang akrab dengan sebutan Duo Minions itu menang dua gim langsung dengan skor 21-14, 21-11.

Menurut Kevin, kemenangan itu diraih karena mereka bisa memperbaiki kesalahan pada pertandingan sebelumnya, “Lawan bermain cukup baik, hanya kami memang berusaha memperbaiki permainan sendiri. Kami fokus mengurangi kesalahan sendiri.”

Hal senada diucapkan Marcus. Pebulutangkis berusia 26 tahun itu merasa tidak banyak melakukan kesalahan sepanjang pertandingan.

“Hari ini kami memang bermain lebih baik dan tidak banyak melakukan kesalahan. Menurut saya, kami bermain lebih fokus dan tidak banyak membuang peluang,” kata Marcus.

Meski menang mudah, baik Kevin maupun Marcus tidak ingin kehilangan fokus pada laga final, “Kami harus menjaga motivasi dan terus fokus. Lawan pasti ingin menghadapi kami. Target kami melakukan yang terbaik,” kata Kevin.

Marcus Fernaldi Gideon mengamini ucapan pasangannya itu. Marcus mengaku tidak ingin memikirkan kemenangan dan berusaha memberikan yang terbaik.

“Saat ini, kami tidak memikirkan seratus persen harus menang. Menurut saya, kami juga tidak sempurna. Akan tetapi, kami berusaha yang terbaik untuk menjadi juara di sini,” tegas Marcus Fernaldi Gideon.

Mendapatkan Nyaman Dengan Range yang Lebih Luas: Small Blind Play

Mendapatkan Nyaman Dengan Range yang Lebih Luas: Small Blind Play

Minggu lalu, saya membahas mengapa dan bagaimana kita harus merasa nyaman dengan bermain rentang yang lebih luas dari orang buta besar. Minggu ini, saya akan membahas konsep yang sama, hanya saja saya akan fokus pada permainan buta kecil. Continue reading “Mendapatkan Nyaman Dengan Range yang Lebih Luas: Small Blind Play”

Espanyol Laporkan 2 Pemain Barcelona ke Komdis

Espanyol Laporkan 2 Pemain Barcelona ke Komdis

Barcelona – Petinggi Espanyol diberitakan Marca, telah melaporkan sikap Gerard Pique dan Sergio Busquets kepada Komite Disiplin La Liga. Kedua penggawa Barcelona itu terancam mendapat sanksi berupa denda atau larangan bermain jika terbukti bersalah melontarkan pernyataan yang melecehkan.

Espanyol geram setelah kekalahan 0-2 dari Barcelona pada laga leg kedua perempat final Copa Del Rey, di Stadion Camp Nou, Jumat (26/1/2018) dini hari WIB. Bukan karena hasil yang diraih, melainkan akibat pernyataan kontroversial dua penggawa El Barca tersebut.

Pada pertandingan itu, Barcelona menang 2-0 atas Espanyol. Hasil positif membuat Pique semringah. Sang pemain menyebut Espanyol dari Cornella adalah lawan yang sulit dikalahkan. Cornella sendiri memiliki artian sebagai pinggiran kota di wilayah Barcelona.

“Kami menganggap setiap demonstrasi dengan nada yang jelas menghina ke kota-kota, seperti yang disampaikan Pique kepada kota Cornella, sangat berbahaya dan tidak bisa ditoleransi,” bunyi pernyataan resmi Espanyol, seperti dikutip dari Marca.

Selain Pique, Busquets juga melontarkan pernyataan provokatif. Gelandang Barcelona itu mengatakan hasil yang diraih Barcelona membuat Espanyol kembali ke tempat yang seharusnya.

Pernyataan Busquets berlatar dominasi Barcelona dari Espanyol. Dalam 20 bentrokan sebelumnya, Lionel Messi dan kawan-kawan meraih 16 kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan.

“Pernyataan yang dibuat Busquets sangat kontradiktif dengan nilai-nilai dari sikap saling menghormati di dunia sepak bola. Situasi itu bisa menjadi pemicu kekerasan dan juga tidak bisa ditoleransi,” lanjut pernyataan resmi Espanyol.

Kemenangan atas Espanyol menjadikan Barcelona melenggang ke babak semifinal dengan agregat 2-1. Padahal, pada pertemuan pertama skuat Ernesto Valverde sempat menelan kekalahan 0-1 dari sang lawan

Roma Tertawakan Tawaran Chelsea Untuk Dzeko

Roma Tertawakan Tawaran Chelsea Untuk Dzeko

Direktur Olahraga AS Roma, Monchi, menertawakan tawaran Chelsea untuk bomber Edin Dzeko. Menurut Monchi, tawaran The Blues masih terlalu rendah.

Dzeko menjadi target utama Chelsea di bursa transfer ini. The Blues membidik Dzeko sebagai sumber alternatif gol. Sejauh ini, Chelsea terlalu bergantung kepada Alvaro Morata dan Eden Hazard.

Chelsea disebut-sebut baru memberikan satu kali penawaran. Chelsea menyodorkan 35 juta euro untuk mendapatkan pesepakbola berusia 31 tahun itu. Namun, nilai tak sesuai dengan yang dinginkan Roma.

“Roma, seperti setiap klub di dunia, mendengarkan tawaran yang datang untuk pemain mereka, tidak hanya untuk Edin Dzeko, tapi juga untuk siapa pun di skuat,” kata Monchi kepada Mediaset Premium.

“Kami siap mendengarkan dan kemudian mengambil keputusan. Sekarang Dzeko ada di sini dan selebihnya tidak masalah, yang berarti tawaran yang datang, tidak menarik,” Monchi menambahkan.

Kualitas Dzeko dalam menceploskan bola ke gawang lawan tak usah diragukan. Penyerang Bosnia-Herzegovina itu merupakan top skorer Liga Italia musim lalu dengan koleksi 29 gol.

Sementara di musim ini, mantan penyerang Manchester City itu juga tampil tajam. Dari 27 penampilan di semua ajang, Dzeko mencetak 12 gol.

Roma sendiri sudah memiliki alternatif jika Dzeko nantinya dilepas ke Chelsea. Mereka ingin mendatangkan penyerang Fiorentina, Khouma Babacar.