Nadal Tetap Nomor Satu Dunia sampai Akhir Tahun

Nadal Tetap Nomor Satu Dunia sampai Akhir Tahun

Nadal Tetap Nomor Satu Dunia sampai Akhir Tahun

Paris – Rafael Nadal dipastikan tetap menjadi petenis nomor satu dunia hingga akhir tahun 2017. Kepastian itu didapat usai Nadal mengalahkan Chung Hyeon (Korea Selatan) di babak kedua Paris Masters.

Nadal mengalahkan Chung 7-5, 6-3 dalam satu jam dan 48 menit pada pertandingan di AccorHotels Arena, Paris, Rabu (1/11/2017). Petenis Spanyol itu selanjutnya akan menghadapi Pablo Cuevas (Uruguay) di babak ketiga.

Nadal mengawali tahun 2017 dari peringkat kesembilan dunia setelah pulih dari cedera pergelangan tangan. Dia tampil luar biasa di sepanjang tahun dengan merebut enam trofi pada tahun ini, yaitu Monte Carlo Masters, Barcelona Terbuka, Madrid Terbuka, Prancis Terbuka, China Terbuka, dan Amerika Serikat Terbuka. Dia juga lolos ke empat final lainnya.

Nadal kembali ke peringkat satu dunia pada 21 Agustus setelah menggusur Andy Murray. Di usia 31 tahun, dia menjadi petenis tertua yang mengakhiri tahun di peringkat satu dunia dalam sejarah peringkat ATP (sejak 1973).

Nadal sebelumnya pernah mengakhiri tahun di posisi nomor satu pada 2008, 2010, dan 2013.

“Ini bukanlah tujuan,” ujar Nadal soal mengakhiri tahun di posisi nomor satu.

“Mustahil bagi saya untuk berpikir soal itu ketika Anda baru kembali dari periode sulit tanpa bermain tenis dan dengan begitu banyak cedera dalam beberapa tahun terakhir,” tambahnya seperti dikutip Reuters.

“Tapi, itu terjadi dan tentu saja saya sangat gembira … setelah hampir 10 tahun sejak pertama kalinya saya mengakhiri tahun dengan angka ini. Jadi, saya pikir ini adalah pencapaian yang sangat penting,” kata Nadal.

Demi Formasi Sempurna, Inter Milan Bidik Playmaker PSG

Demi Formasi Sempurna, Inter Milan Bidik Playmaker PSG

Inter Milan masih tertarik untuk mendatangkan playmaker Paris Saint-Germain, Javier Pastore. Selain itu, Nerazzurri juga membidik bek Manchester City, Eliaquim Mangala.

Pastore dan Mangala menjadi incaran Inter Milan untuk melengkapi formasi mereka. Pelatih Inter Milan, Luciano Spalletti, biasa memakai sistem 4-2-3-1 sejak awal musim ini.

Seperti dilansir Tuttosport, jika Ramires batal datang ke Giuseppe Meazza pada bursa transfer musim dingin nanti, Inter Milan punya opsi lain. Nerazzurri berencana menukar Joao Mario dengan Pastore.

Klub berjulukan La Beneamata itu ingin menambah kekuatan demi peluang Scudetto tetap terbuka. Lini tengah menjadi area yang perlu diperbaiki klub sekota AC Milan ini.

Pastore kehilangan tempatnya di tim utama PSG dan dikabarkan ingin hengkang. Pemain asal Argentina itu sudah sejak musim panas tahun lalu dikaitkan dengan Inter Milan.

Sementara itu, Mangala amat terbuka masuk skuat tim besutan Luciano Spalletti pada Januari nanti. Mangala tidak lagi masuk rencana Manchester City asuhan Pep Guardiola dan sejak musim lalu sudah dipinjamkan ke Valencia.

Kata Rossi soal Kunci Sukses Zarco di MotoGP 2017

Kata Rossi soal Kunci Sukses Zarco di MotoGP 2017

Berstatus rookie, Johann Zarco langsung mencuri perhatian pada MotoGP 2017. Pembalap Yamaha Tech 3 itu sukses merebut status Rookie of the Year berkat penampilan konsisten sepanjang musim.

Di MotoGP 2017, Zarco menunggangi motor Yamaha YZR-M1 2016. Berbeda dengan duo Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Maverick Vinales, yang menggunakan motor 2017. Anehnya, penampilan Zarco dalam beberapa balapan justru lebih baik dari Rossi dan Vinales.
Bukti terkini adalah balapan MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (29/10/2017). Saat itu, Zarco menyelamatkan wajah Yamaha dengan merebut podium ketiga. Berbeda dengan Rossi yang finis di urutan ketujuh dan Vinales kesembilan.

Rossi sendiri sudah sempat angkat bicara mengenai perbedaan mencolok performanya dengan Zarco. Menurutnya, kinerja motor 2016 memang jauh lebih baik dari 2017. Kini, The Doctor kembali membeberkan hal yang menjadi kunci sukses pembalap asal Prancis itu.
Zarco tidak seperti saya dan Maverick, yang kerap memakai ban belakang lunak dalam balapan. Ia lebih kecil dan ringan, serta memiliki gaya balap yang mulus. Itu sebabnya ia lebih bisa menggunakan ban lebih lunak dari pembalap lain,” ujar Rossi, dilansir Speedweek.

Dengan ban lunak, logikanya sebuah motor akan melaju lebih cepat dari ban keras. Namun, masalahnya ban lunak menuntut pembalap untuk mengelola ban agar tidak cepat habis termakan aspal.

Courtois Kritik Mentalitas Chelsea

Courtois Kritik Mentalitas Chelsea

Courtois Kritik Mentalitas Chelsea

Roma – Chelsea babak belur usai dihajar AS Roma 0-3. Kekalahan ini membuat kiper Chelsea Thibaut Courtois cukup kesal karena mentalitas rekan-rekannya.

Menantang Roma di Olimpico dalam laga Grup C, Rabu (1/11/2017) dinihari WIB, Chelsea langsung dikejutkan dengan gol kilat Roma yang dicetak Stephan El Shaarawy. Striker berdarah Mesir itu kembali membobol gawang Courtois di menit 36 untuk menandai keunggulan Roma 2-0 di babak pertama.

Chelsea bukannya tanpa perlawanan. Statistik memperlihatkan tim London Barat melahirkan 14 percobaan (6 mengarah ke gawang) di sepanjang laga, tapi tidak ada dapat mengonversi menjadi gol. Di babak kedua, Diego Perotti memastikan kemenangan Roma usai membukukan gol ketiga.

Dengan hasil ini, Chelsea turun ke posisi kedua dengan perolehan tujuh poin, tertinggal satu angka dari Roma. Courtois tidak habis pikir dengan semangat juang timnya.

“Kupikir kami sudah tahu kalau Roma akan memulai dengan intensitas dan kami harus menyamai mereka,” ujar Courtois kepada BT Sport. “Tapi setelah 50 detik, El Shaarawy mencetak gol dari jarak jauh — sungguh disayangkan hanya setelah 50 detik Anda tertinggal 0-1.”

“Kurasa setelahnya kami bermain cukup baik. Kami menciptakan beberapa peluang, kami gagal mencetak gol. Kemudian saat jeda pertandingan (terasa) berat tapi kami merasa baik karena kupikir kami bermain bagus di babak pertama.”

“Aku tidak tahu mengapa, tapi di babak kedua semangat juang kami sedikit menurun. Mentalitas kami sedikit menurun — itu tidak boleh terjadi, sudah jelas,” kata dia.

Chelsea akan mencoba memastikan kelolosannya saat melawat ke Azerbaijan untuk menghadapi Qarabag di matchday kelima.

PSG Produktif Banget di Eropa

PSG Produktif Banget di Eropa

PSG Produktif Banget di Eropa

Jakarta – Paris Saint-Germain kembali pesta gol lagi di Liga Champions. Les Parisiens kini menjadi tim paling produktif dalam empat matchday kompetisi antarklub Eropa.

Saat menjamu Anderlecht di Parc des Princes, Paris, Rabu (1/11/2017) dinihari WIB, PSG memetik kemenangan dengan skor akhir 5-0. Layvin Kurzawa menjadi bintang dalam pertandingan itu dengan hat-trick yang dibikin. Dua gol lainnya dicetak oleh Neymar dan Marco Verratti.

PSG pun sudah mencetak sebanyak 17 gol dalam empat pertandingan Liga Champions, alias rata-rata 4,25 gol setiap pertandingan. Mereka dicatat oleh Opta menjadi tim paling produktif dalam empat pertandingan Liga Champions.

Sebanyak tiga gol dibukukan oleh PSG dengan sundulan, 10 lewat tendangan kaki kanan pemainnya, tiga dari sepakan kaki kiri.

Detil lainnya, ada 13 gol yang dibukukan dari dalam kotak penalti, tiga dari jarak jauh, dan satu lainnya lewat titik putih.

Edinson Cavani dan Neymar menjadi dua pemain penyumbang gol terbanyak, keduanya sudah mencetak empat gol. Setelah itu, Kylian Mbappe sudah dua kali mencatatkan namanya di papan skor, dan tentu Kurzawa dengan trigol.

Semua gol itu dibukukan dari 61 percobaan, ada 27 tembakan on target, 24 melenceng, 10 diblok, dan ada tiga percobaan yang menerpa tiang atau mistar gawang.

Produktivitas gol PSG yang tinggi tak cuma terjadi di Liga Champions. Mereka sudah mencetak 34 gol dalam 11 pertandingan di Liga Prancis.