MotoGP: Zarco Pesimistis Jadi Pengganti Rossi

MotoGP: Zarco Pesimistis Jadi Pengganti Rossi

Bukan rahasia lagi jika Johann Zarco bermimpi untuk bisa menjadi pengganti Valentino Rossi di kelas MotoGP. Namun, ia sendiri mengakui akan sulit mengambil tempat The Doctor bersama Movistar Yamaha.

Sejak tampil impresif di MotoGP 2017, nama Zarco memang langsung disebut-sebut sebagai kandidat utama pengganti Rossi jika sudah memutuskan pensiun. Peluang Zarco pun terbilang besar jika melihat hasil yang didapat sepanjang musim ini.

Hingga musim tinggal menyisakan empat balapan, Zarco masih menjadi pembalap debutan tersukses. Penghargaan Rookie of the Year sudah hampir pasti digenggamnya. Bahkan, hasil yang didapatnya masih jauh lebih baik dari pembalap Ducati, Jorge Lorenzo.

Pembalap asal Prancis itu tak malu-malu saat ditanya mengenai kemungkinannya menggantikan Rossi. Namun, ia tak memiliki kepercayaan diri tinggi mengingat The Doctor masih tampil impresif di musim ini.

“Itu akan menyenangkan. Tapi ia bilang ketika masih bisa cepat, mengapa tidak (untuk melanjutkan karier)? Saya harus menjadi salah satu yang terbaik untuk merebut tempat Valentino. Itu adalah tujuan besar dan mimpi untuk semua pembalap,” kata Zarco seperti dilansir Speedweek.

Di MotoGP 2017, Zarco memang baru menyumbang satu podium. Itu saat ia finis sebagai runner-up pada MotoGP Prancis. Namun, ia menjadi salah satu pembalap yang konsisten bersaing di lima besar.

Ambisi Zarco

Tercatat, sudah enam kali ia finis dalam kategori lima besar. Koleksi 117 poinnya juga unggul 11 angka atas Lorenzo. Dan ia berharap performanya ini bisa membawa dirinya memperkuat tim pabrikan di masa depan.

“Tentu saja, tujuan saya pada akhirnya adalah memperkuat tim pabrikan. Jika Anda ingin bertarung demi gelar, Anda butuh motor pabrikan. Jika saya terus bekerja hingga bisa mendapatkan tempat di Yamaha, itu akan hebat,” tegas Zarco.

Soal mengambil tempat di Movistar Yamaha, Zarco harus berharap agar Rossi benar-benar mengakhiri kariernya usai MotoGP 2018. Namun, masih belum bisa dipastikan mengingat Rossi baru akan mengumumkan soal masa depannya usai balapan paruh pertama musim depan.

Wenger: Arsenal Kini Lebih Kompak

Wenger: Arsenal Kini Lebih Kompak

London – Manajer Arsenal, Arsene Wenger, gembira karena atmosfer di dalam skuatnya sudah membaik. Wenger menilai The Gunners menjadi tim yang lebih kompak setelah melewati bursa transfer yang pelik.

Arsenal kehilangan Alex Oxlade-Chamberlain dan Kieran Gibbs yang hengkang di musim panas lalu. Mereka juga nyaris ditinggal Alexis Sanchez yang sepakat ke Manchester City, namun gagal pindah di menit-menit akhir bursa transfer.

Sebelum bursa transfer ditutup, Arsenal cukup kesulitan fokus. Mereka pun kalah dari Stoke 0-1 dan dilibas Liverpool 0-4.

Setelahnya, Arsenal mulai membaik. Arsenal belum terkalahkan di enam laga terakhir semua kompetisi. Mereka lima kali menang dan sekali seri.

“Rasanya seperti tim yang berbeda. Anda bisa lihat bagaimana kami bermain sepakbola,” Wenger mengatakan seperti dilansir FourFourTwo.

“Anda harus memiliki tim yang kompak untuk melakukannya. Apa yang terjadi di bursa transfer lebih berat ketimbang menjalani laga internasional.”

“Saya menganggap peningkatan kami disebabkan kami menyadari bahwa apa yang kami tampilkan tidak cukup bagus. Tapi, itu adalah hari yang spesial buat kami; sebelum bursa transfer ditutup dan sebelum jeda internasional. Secara keseluruhan kami tetap kompak dan meresponsnya di lapangan,” tuturnya.

Arsenal kini berada di peringkat ketujuh klasemen Premier League dengan perolehan 10 poin dari enam laga. Selanjutnya mereka akan menghadapi Brighton & Hove Albion di Emirates Stadium, Minggu (1/10/2017).

Lukaku Samai Rekor Andy Cole

Lukaku Samai Rekor Andy Cole

Manchester – Romelu Lukaku menyamai rekor striker legendaris Manchester United Andy Cole di laga melawan Crystal Palace. Lukaku sudah bikin 7 gol dari 7 pertandingan pertamanya di liga bersama MU.

Menghadapi Palace di Old Trafford, Sabtu (30/9/2017), MU menang telak 4-0. Gol dicetak Juan Mata pada menit ketiga, lalu dua gol Marouane Fellaini pada menit 35 dan 49 dan terakhir Lukaku di menit 86.

Yang menjadi sorotan, selain Fellaini tentunya, adalah Lukaku. Lukaku sudah mencetak tujuh gol dari tujuh laga perdananya di Premier League bersama Setan Merah.

Catatan itu membuat Lukaku menyamai prestasi Cole, striker MU pada musim 1995-2001. Cole juga mencetak tujuh gol di tujuh laga perdananya ketika baru didatangkan dari Newcastle United.

Jika ditotal, maka Lukaku sudah mencetak 11 dari 10 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Manajer Jose Mourinho pun tak lupa memberi pujian pada penyerang yang didatangkan dari Everton itu.

“Tentu saja bagus bagi seorang striker bisa mencetak gol, bagus baginya bisa menyamai rekor legenda di Premier League seperti Andy. Tapi, saya senang dengannya, entah dia mencetak gol atau tidak,” Mourinho mengatakan kepada Sky Sports.

“Saya sempat berpikir di akhir laga, mungkin Lukaku tidak akan mencetak gol di pertandingan ini dan kemudian berpikir lagi kalau dia sudah tampil bagus dan memberi kontribusi bagus.”

“Jadi Lukaku bukan cuma soal gol yang sudah dicetaknya, tapi juga soal permainannya dan membiarkan pemain lain dengan kualitas berbeda darinya bisa bersinar dan tampil bagus,” Mourinho menjelaskan.

Tujuh gol sejauh ini membuat Lukaku memuncaki daftar topskorer sementara Premier League. Dia ada di atas Sergio Aguero, Harry Kane, dan Alvaro Morata yang sama-sama mencetak enam gol.