Jadi Pahlawan Chelsea, Batshuayi Singgung Lagi Rating Dirinya di FIFA 18

Jadi Pahlawan Chelsea, Batshuayi Singgung Lagi Rating Dirinya di FIFA 18

Jakarta – Michy Batshuayi mencetak gol kemenangan Chelsea saat menumbangkan Atletico Madrid. Gol itupun seolah pembuktian atas game FIFA 18.

Bertandang ke Wanda Metropolitano, Kami (28/9/2017) dini hari WIB, Chelsea teringgal lebih dulu dari Atletico lewat gol penalti Antoine Griezmann di babak pertama. Namun, di akhir laga mereka malah menang 2-1 berkat gol Alvaro Morata dan Batshuayi.

Gol dari Batshuayi itu dicetak di masa injury time menit ketiga. Gol dari pemain yang baru masuk di babak kedua itu membuat seluruh penggawa The Blues bersorak kegirangan.

Di akhir laga, Batshuayi mengekspresikan kegembiraan lewat kicauan di Twitter. Salah satunya menyentil akun EA Sports FIFA, yang sudah membuat rating 80 untuk dirinya di video game FIFA 18.

Sebelumnya, pemain 23 itu sudah meminta penjelasan pada EA Sports FIFA atas pemeberian rating itu. Batshuayi menyampaikannya lewat kicauan di Twitter setelah menyumbang satu gol saat Chelsea mengalahkan Qarabag FK 6-0.

Bukannya mendapat penjelasan, akun Twitter EA Sports FIFA malah menyuruh Batshuayi untuk terus mencetak gol agar keberatannya itu bisa dibicarakan lagi.

Nah, kini Batshuayi kembali mencetak gol. Dia memberikan kicauan ke EA Sports FIFA dengan menyebut bahwa orang-orang sudah menanti dirinya mendatangi EA Sports FIFA. Tapi, sampai saat ini belum ada balasan dari EA Sports FIFA.

Emery: PSG Tampil Sempurna

Emery: PSG Tampil Sempurna

Paris – Pelatih Paris Saint-Germain Unai Emery menyanjung performa timnya usai mengalahkan Bayern Munich. Dia menilai PSG tampil sempurna untuk menumbangkan Bayern.

PSG membukukan kemenangan meyakinkan saat menjamu Bayern di matchday 2 Liga Champions. Bermain di Parc des Princes, Kamis (28/9/2017) dini hari WIB, PSG menang dengan skor 3-0.

PSG sudah unggul saat laga baru berjalan tak sampai 90 detik. Dani Alves yang masuk dari sisi kanan luput dari kawalan lini belakang Bayern dan dengan mudah menaklukkan Sven Ulreich.

Bayern kemudian mendominasi permainan. Penguasaan bola tim tamu mencapai 58% dan mereka juga mendapat 18 kali tendangan sudut. Tapi PSG bertahan dengan baik untuk meredam serangan Bayern.

Sebaliknya, PSG memanfaatkan serangan balik untuk memukul Bayern. Dua gol PSG yang dibuat oleh Edinson Cavani dan Neymar sama-sama tercipta lewat serangan balik.

“Kami dapat tiga poin dan itu luar biasa. Kami ingin menang dan naik ke puncak klasemen, dan itulah yang kami lakukan. Penting bagi suporter kami untuk menikmati laga seperti ini, melawan tim Eropa berkualitas,” Emery mengatakan seperti dikutip situs resmi klub.

“Kami beradaptasi dengan baik dengan taktik Bayern yang bermain dengan garis pertahanan tinggi. Kami menjawab penguasaan bola mereka dengan pertahanan yang sangat agresif, dengan (Alphonse) Areola di posisi penjaga gawang dan empat bek yang disiplin.”

“Tiga gelandang kami bekerja keras dan jelas tiga penyerang kami memainkan laga yang luar biasa dan memaksimalkan ruang di belakang. Segalanya berjalan dengan sempurna malam ini,” katanya.

Kemenangan ini membuat PSG memimpin klasemen Grup B dengan nilai sempurna enam poin dari dua laga. Gawang PSG sejauh ini juga belum kebobolan.

5 Bek Modern yang Pantas Dapatkan Ballon d’Or

5 Bek Modern yang Pantas Dapatkan Ballon d’Or

Jakarta – Pemain belakang alias bek seringkali dipandang sebelah mata saat adanya penghargaan individu, seperti Ballon d’Or. Padahal, ini tak adil lantaran bek sebenarnya adalah tulang punggung sebuah tim.

“Serangan memenangkan permainan. Tapi, pertahanan memenangkan Anda sebuah gelar,” begitulah komentar dari mantan Manajer legendaris Manchester United (MU), Sir Alex Ferguson.

MU sendiri dulu Gary Nevilla dan Dennis Irwin di sektor kanan dan kiri pertahanan. Keduanya juga kerap membantu serangan dalam posisi mereka sebagai full back.

Publik sepak bola belakangan memang mulai menyadari betapa pentingnya bek dalam permainan. Bahkan, para bek kini bukan cuma jadi pemain bertahan saja, mereka acap menentukan saat maju dalam eksekusi bola mati.

Banyak pemain belakang, bahkan sering jadi penentu kemenangan bagi timnya. Mereka tidak hanya membentangi gawang dari kebobolan, melainkan juga ikut membantu mencetak gol ke gawang lawan.

Nah, oleh karena itu ada lima bek yang dipercaya pantas dapatkan Ballon d’Or atas kinerjanya. Siapa saja? Berikut daftarnya dikutip Sportskeeda:

“Serangan memenangkan permainan. Tapi, pertahanan memenangkan Anda sebuah gelar,” begitulah komentar dari mantan Manajer legendaris Manchester United (MU), Sir Alex Ferguson.

MU sendiri dulu Gary Nevilla dan Dennis Irwin di sektor kanan dan kiri pertahanan. Keduanya juga kerap membantu serangan dalam posisi mereka sebagai full back.

Publik sepak bola belakangan memang mulai menyadari betapa pentingnya bek dalam permainan. Bahkan, para bek kini bukan cuma jadi pemain bertahan saja, mereka acap menentukan saat maju dalam eksekusi bola mati.

Banyak pemain belakang, bahkan sering jadi penentu kemenangan bagi timnya. Mereka tidak hanya membentangi gawang dari kebobolan, melainkan juga ikut membantu mencetak gol ke gawang lawan.

Nah, oleh karena itu ada lima bek yang dipercaya pantas dapatkan Ballon d’Or atas kinerjanya. Siapa saja? Berikut daftarnya dikutip Sportskeeda:

Leonardo Bonucci

Leonardo Bonucci telah menjadi salah satu bek tengah terbaik di dunia dalam beberapa musim terakhir. Dia membantu Juventus memenangkan 6 gelar Serie A dan mencapai 2 final Liga Champions sekaligus memimpin lini belakang dengan gayanya.

Dia adalah bek modern dengan agresivitasnya, membaca permainan dan kemampuan mengolah bola. Bek 30 tahun itu merupakan salah satu bek yang juga berperan sebagai playmaker di dunia.

Sebagai fakta, ia rata-rata melalukan 67 umpan dengan tingkat keberhasilan 88% di liga Italia musim lalu. Pada periode saat Claudio Marchisio cedera dan Pjanic belum tiba, dia-lah yang mengambil alih dan mendalangi permainan Juve dari belakang.

Kepentingannya dalam sistem Antonio Conte di Euro 2016 sangat terlihat. Sebelum menyelesaikan kepindahannya ke AC Milan, Bonucci telah memainkan peran penting di Juventus, ia menyelesaikan musim dengan 4 gol dan 8 assist.

Marcelo

Marcelo boleh dibilang merupakan bek kiri terbaik yang ada di dunia. Musim terbaiknya tercipta di tahun 2016/2017, di mana dia berperan penting dalam usaha Real Madrid untuk merebut liga Spanyol dan Liga Champions. .

Pada musim tersebut dia sangat menonjol, terutama menjelang paruh kedua. Melawan FC Bayern di perempatfinal, bek berusia 29 tahun itu menampilkan salah satu pertunjukan terbaik, saat ia bikin frustrasi bintang Belanda Arjen Robben di Santiago Bernabeu, sambil memberikan dukungan menyerang kepada rekan setimnya.

Cristiano Ronaldo mungkin mencetak hat-trick kala itu, tapi andai tak ada Marcelo, raksasa Spanyol itu mungkin bahkan tidak berhasil mencapai semifinal, apalagi meraih gelar juara. Marcelo mengakhiri musim itu dengan 2 gol dan 13 assist, yang secara efektif menyoroti musim brilian yang dimilikinya.

Dani Alves

Sama seperti Philipp Lahm, Dani Alves adalah salah satu bek kanan terbesar dalam sejarah. Dia baru saja keluar dari musim terbaiknya di Juventus.

Raksasa Italia itu selalu akan merebut gelar Serie A lainnya, tapi di Liga Champions sulit. Bersama Alves mereka sangat berpotensi besar, berkat mental kemenangannya di ruang ganti, pengalaman, dan kemampuan teknis.

Itu terbukti karena musim lalu, bersama Alves Juventus nyaris juara di Liga Champions. Sayangnya, mereka dijegal oleh Real Madrid di final.

Pemain Brasil itu mencetak 3 gol dan mengumpulkan 4 assist di Liga Champions. Sayangnya, sepanjang karier dia belum pernah mendapat penghargaan sepadan, termasuk Ballon d’Or.

Sergio Ramos

Pertanyaan yang selalu terlontar tentang seorang bek yang pantas memenangkan Ballon d’Or, Sergio Ramos pasti akan terlintas dalam pikiran Anda. Dalam 3 tahun terakhir, sulit untuk membantah bahwa ada satu bek di planet bumi ini yang lebih layak mendapatkan penghargaan tersebut dibanding kapten Real Madrid itu.

Bek berusia 31 tahun itu tidak hanya lihai dalam bertahan, namun ia juga membawa pengaruh secara keseluruhan di lapangan. Ramos boleh dianggap sama pentingnya dengan pemain Madrid lainnya di ketiga edisi Liga Champions kala raksasa Spanyol itu menang pada 2014 dan 2017.

Pada final 2014 melawan Atlético Madrid, dia-lah yang mencetak gol di menit akhir yang akhirnya berhasil meraih gelar. Sebelum itu, ia telah mempecundangi Bayern Muenchen di Jerman dengan dua gol pada kemenangan telak 4-0 Real Madrid.

Pada 2016, dia mencetak gol lagi di final, saat Los Merengues memenangkan derby lawan Atletico Madrid melalui adu penalti, dan kemudian merebut gelar tersebut. Sedangkan untuk musim lalu, Ramos mencetak gol pada 9 kesempatan berbeda.

Sayangnya, semua prestasi ini tidak mungkin dapat penghargaan pada 2017. Hal itu karena Cristiano Ronaldo, Lionel Messi dan Neymar diperkirakan akan mendominasi tiga posisi nominasi Ballon d’Or.

Philipp Lahm

Philipp Lahm memang sudah pensiun pada akhir musim 2016/2017. Namun ia tetap dianggap sebagai pemain paling konsisten yang telah kita saksikan di era modern sekarang ini.

Ada alasan mengapa Pep Guardiola menggambarkan bek berusia 33 tahun itu sebagai pemain paling cerdas yang pernah dia tangani. Sebuah pujian yang menarik dari salah satu pelatih yang paling terkemuka di dunia.

Lahm telah menjadi tokoh kunci bagi raksasa Bundesliga, Bayern Muenchen dalam 12 tahun terakhir, kala mendominasi kompetisi lokal. Setelah kehilangan dua dari tiga final sebelumnya melawan Internazionale dan Chelsea pada 2010 dan 2012, The Bavarians akhirnya mampu merebut gelar Liga Champions setelah mengalahkan Borussia Dortmund 2-1 di final 2013.

Setelah mengalami gangguan serius dengan tim nasional Jerman di antara tahun 2006 dan 2012, sang katen akhirnya mendapat penghargaan pada tahun 2014. Ini saat ia memenangi Piala Dunia dan membawa akhir yang indah untuk karier internasionalnya.

Bila Anda melihat kembali dalam waktu 10 tahun, sulit untuk memahami bahwa dia sama sekali tak masuk sebagai kandidat Ballon d’Or, bahkan pada tahun 2014. Jelas hal ini patut dipertanyakan.

Khedira Pulih, Juventus Pakai Formasi Lama Lawan Olympiakos

Khedira Pulih, Juventus Pakai Formasi Lama Lawan Olympiakos

Turin – Kabar baik menghampiri Juventus jelang laga melawan Olympiakos di Stadion Allianz dalam pertandingan kedua babak penyisihan grup Liga Champions, Kamis dini hari WIB (27/9/2017). Gelandang bertahan mereka, Sami Khedira telah benar-benar pulih dan siap diturunkan.

Khedira sudah ikut latihan bersama rekan-rekannya sejak hari Selasa. Gelandang Timnas Jerman kini sudah kembali prima setelah menepi selama 21 sejak 5 September lalu.

Menurut Tuttosport, dengan kembalinya Khedira, pelatih Juventus, Massimiliano Allegri rencananya akan kembali menerapkan formasi 4-3-3 di laga nanti. Khedira akan bermain bersama Miralem Pjanic dan Blaise Matuidi di lini tengah. Ia akan ditempatkan agak ke belakang sebagai jangkar.

“Saya dapat menjamin bahwa Miralem Pjanic dan Blaise Matuidi akan turun sebagai starter. Claudio Marchisio masih belum bisa main, sedangkan Khedira sudah mulai berlatih bersama tim dan Rodrigo Bentacur satu-satunya yang bisa menggantikan,” ujar Allegri saat sesi konferensi pers.

Juventus sudah menelan kekalahan di laga pertama melawan Barcelona dua pekan lalu. Posisi mereka kini berada di dasar klasemen Grup D. Di pihak lawan, Olympiakos juga kalah dari Sporting Lisbon di laga pertama.

“Kami tidak bisa menganggap enteng pertandingan ini karena ini Liga Champions, dan setiap lawan tangguh. Olympiakos adalah tim yang cepat yang bisa melukai kami dengan penyerang mereka dan kami hanya punya satu hasil. Kalau kami tidak menang, nanti kualifikasi kami jadi makin sulit,” kata Allegri.

Sementara itu, di lini depan, Allegri kembali menegaskan bahwa Gonzalo Higuain saat ini tidak sedang dalam masalah. Pun demikian, mantan pelatih AC Milan itu tidak dapat memberi kepastian apakah striker 29 itu akan diturunkan sebagai starter atau kembali dicadangkan seperti saat melawan Torino di Serie A akhir pekan lalu.

“Saya belum memutuskan empat pemain yang akan diturunkan di depan. Higuain tidak masalah. Justru masalah kalau dia tidak main untuk Juventus,” tutur Allegri.

Bisa Jadi Cadangan

Menurut Allegri, adalah lumrah bila seorang pemain bintang dicadangkan dalam sebuah pertandingan.

“Untungnya kami bermain tiap tiga hari sekali. Jadi rotasi skuat itu alamiah dan bisa saja dicadangkan sewaktu-waktu. Gonzalo hanya perlu melakukan apa yang selalu dia lakukan–tidak lebih dan tidak kurang,” Allegri menambahkan.

Selain dengan Olympiakos juga tergabung bersama Barcelonda dan Sporting Lisbon. Di laga pertama, Juventus dikalahkan Barcelona 0-3.

Sudah Pulih, Neymar Bakal Main Lawan Bayern

Sudah Pulih, Neymar Bakal Main Lawan Bayern

Paris – Paris St-Germain mendapat kabar bagus jelang duel dengan Bayern Munich di Liga Champions. Neymar sudah pulih dan kemungkinan bisa dimainkan.

Neymar absen saat PSG menghadapi Montpellier akhir pekan lalu. Tanpa Neymar, PSG kehilangan angka pertama kali musim ini di Ligue 1 karena bermain imbang 0-0.

Saat itu Neymar diistirahatkan oleh pelatih Unai Emery karena kondisi pemain asal Brasil itu tidak fit usai mengalami cedera.

Untungnya, kondisi Neymar cepat pulih dan bakal berlatih normal bareng rekan-rekannya jelang duel Matchday 2 Grup B kontra Bayern di Parc des Princes, Kamis (28/9/2017) dinihari WIB besok.

Alhasil, Neymar akan dimainkan di lini depan bareng Edinson Cavani dan Kylian Mbappe. Tak cuma Neymar, Angel Di Maria juga sudah pulih dan dapat diturunkan.

“Di Maria dan Neymar akan bergabung bersama tim,” ujar Emery seperti dikutip Soccerway.

“Kami akan berlatih pada hari Selasa sore – bakal ada 20 pemain dan semoga tetap sama jumlahnya di hari Rabu,” sambungnya.

“Javier Pastore yang masih dirawat dokter. Dia masih tahap pemulihan dan kami ingin dia bermain secepatnya,” tutupnya.

Neymar sudah membuat empat gol dan empat assist sejak dibeli PSG dari Barcelona.

Ronaldo Tembus 400 Penampilan bersama Madrid

Ronaldo Tembus 400 Penampilan bersama Madrid

Dortmund – Laga melawan Borussia Dortmund di matchday 2 Liga Champions jadi tonggak sejarah untuk Cristiano Ronaldo. Itu jadi penampilannya yang ke-400 selama berseragam Madrid.

Ronaldo main sejak menit pertama saat Madrid tandang ke Signal Iduna Park, Rabu (27/9/2017) dini hari WIB. Bintang asal Portugal itu kemudian mencetak dua gol untuk membantu Madrid menang 3-1.

Bagi Ronaldo pribadi, pertandingan melawan Dortmund tersebut jadi penampilannya yang ke-400 selama berseragam Madrid sejak 2009. Dia jadi pemain asing ketiga yang mencapai angka 400 penampilan bersama Madrid setelah Roberto Carlos dan Marcelo.

Total 400 penampilan Ronaldo untuk Madrid terbagi ke dalam enam kompetisi: La Liga (267), Liga Champions (90), Copa del Rey (30), Piala Super Spanyol (7), Piala Dunia Antarklub (4), dan Piala Super Eropa (2).

Angka 400 milik Ronaldo memang masih jauh dari daftar 10 besar pemain dengan penampilan terbanyak untuk Madrid. Raul masih memimpin dengan 741 penampilan dan Guti yang ada di posisi ke-10 punya total 542 penampilan.

Meski demikian, Ronaldo punya catatan statistik yang cukup mentereng. Dalam 400 penampilan, Ronaldo sudah mencetak 411 gol –angka yang menempatkannya sebagai top skorer sepanjang masa Madrid– , 111 assist, dan 293 kemenangan.

Koleksi trofi Ronaldo bersama Madrid juga sudah lengkap. Dia memenangi Liga Champions dan Piala Super Eropa masing-masing tiga kali, serta Piala Dunia Antarklub, La Liga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol masing-masing dua kali.

“Statistiknya jadi bukti. Saya benar-benar senang memainkan pertandingan ke-400 dan saya senang dengan gol-gol saya. Berkat teman-teman setim saya dan Real Madrid lah saya jadi pemain seperti sekarang,” Ronaldo mengatakan seperti dikutip situs resmi klub.

Ganti Posisi, 3 Pemain Ini Jadi Bintang Liga Inggris

Ganti Posisi, 3 Pemain Ini Jadi Bintang Liga Inggris

Jakarta – Salah satu syarat pesepak bola profesional saat ini adalah fleksibilitas. Para pemain harus mau berkorban ganti posisi demi kebutuhan tim.

Ada beberapa pemain yang terpaksa melakukan itu, tapi justru menjadi sukses. James Milner contohnya. Milner memiliki posisi asli sebagai winger. Ia bisa bermain di kedua sayap sama baiknya.

Saat bersama Manchester City, Milner bahkan pernah bermain sebagai gelandang tengah. Musim lalu, Milner mendadak mengisi pos bek kiri di Liverpool berhubung performa Alberto Moreno mengecewakan.

Tak disangka, Milner bermain sangat baik di posisi tersebut. Ia membela Liverpool dalam 40 pertandingan di semua kompetisi, dengan 38 di antaranya sebagai bek kiri. Selain Milner, masih ada beberapa pemain lain yang sukses setelah ganti posisi.

1. Victor Moses

Moses gabung Chelsea pada 2012 sebagai winger kanan. Namun, pemain asal Nigeria itu kalah bersaing dan kerap dipinjamkan The Blues ke berbagai klub, seperti Liverpool, Stoke City, dan West Ham United. Baru pada musim lalu, Moses menembus tim utama Chelsea.

Hal itu terjadi setelah manajer Antonio Conte melihat potensi Moses sebagai wingback. Dalam formasi 3-4-3, Moses mengisi posisi wingback kanan dan dia memiliki stamina luar biasa dalam naik turun membantu penyerangan, sekaligus melindungi pertahanan.

Musim lalu, Moses membela Chelsea dalam 34 pertandingan Liga Inggris dan menyumbangkan tiga gol dan dua assist. Ia juga sukses membawa The Blues juara.

2. Antonio Valencia

Valencia gabung Manchester United pada 2009 dengan tugas berat, yakni menggantikan peran Cristiano Ronaldo. Pemain asal Ekuador itu tampil cukup baik selama beberapa musim pertama sebagai winger.

Namun, seiring berjalannya usia dan persaingan yang makin sengit, Valencia kehilangan posisinya di tim utama. Untungnya ada sosok Louis van Gaal. Pelatih asal Belanda itu mencoba memainkan Valencia sebagai bek kanan dan hasilnya, sang pemain jadi salah satu bek sayap terbaik di dunia.

Musim lalu Valencia membela MU dalam 28 pertandingan Liga Inggris dengan sumbangan satu gol dan tiga assist. Ia juga membantu Setan Merah memenangi treble.

3. Christian Eriksen

Eriksen merupakan tipe pemain lincah sebagai playmaker. Namun, skill-nya terhambat setelah ia pindah ke Liga Inggris. Pemain asal Denmark itu kesulitan membingkar pertahanan lawan-lawan Tottenham.

Manajer Mauricio Pochettino kemudian menggeser Eriksen sebagai winger kanan, sementara Dele Alli jadi pemain nomor 10. Hasilnya, Tottenham menjadi kekuatan yang menakutkan.

Bermain dalam 36 pertandingan Liga Inggris musim lalu, Eriksen menyumbangkan delapan gol dan 15 assist. Ia juga membawa Tottenham jadi runner up Liga Inggris.

 

Firasat Istri Selamatkan Bintang Barcelona dari Serangan Teroris

Firasat Istri Selamatkan Bintang Barcelona dari Serangan Teroris

Barcelona – Pemain Barcelona, Ivan Rakitic nyaris jadi korban teror yang melanda Barcelona, pada pertengahan Agustus lalu. Dia dan keluarga akhirnya selamat berkat firasat sang istri.

Pengakuan ini disampaikan Rakitic saat diwawancara media Kroasia, 24 Sata. Seperti dilansir AS, Rakitic mengaku tengah berada di pusat kota Barcelona dekat Las Ramblas, saat insiden berdarah itu terjadi. Cuaca cerah dan Rakitic berniat mengajak keluarganya jalan-jalan.

Mereka kemudian berkendara ke pusat kota untuk menikmati pemandangan. Namun istrinya, Raquel Mauri tiba-tiba melontarkan keinginan lain. Menurut Rakitic, Mauri menyarankan agar mereka menemani anak-anaknya bermain di tempat lain saja.

“Kami sangat dekat,” kata bintang Barcelona itu.

“Saya tengah berada di pusat kota bersama keluarga dan berniat jalan-jalan ke lokasi kejadian. Saya ingin pergi ke sana, tapi istri saya berkata bahwa saat itu cuaca cerah dan sebaiknya anak-anak bermain di taman di luar rumah. Syukurlah, saya mendengarkannya.”

Keputusan Rakitic tepat. Sebab tidak lama kemudian, sebuah mobil van yang dikemudikan teroris dengan kecepatan tinggi sengaja menabrak orang-orang yang berjalan di trotoar Las Ramblas. Sebanyak 13 orang terbunuh dan 100 pejalan kaki lainnya mengalami luka-luka.

“Kami hanya berjarak tiga atau empat menit lagi dari pusat kengerian. Kami duduk di mobil dan putar balik menuju rumah ketika baterai telepon genggam saya melemah. Keluarga dan teman berusaha mencari tahu bagaimana kondisi kami,” kata Rakitic mengenang insiden itu.

“Insiden itu terjadi begitu saja,” beber Rakitic.

Tangkap Pelaku

Kepolisian Spanyol langsung bergerak cepat mencari pelaku teror tersebut. Pengejaran terus dilakukan sampai akhirnya keberaan tersangka tercium di sekitar Sant Sadurní d’Anoia.

Younes Abouyaaqoub pemuda berusia 22 tahun yang diduga sebagai pelaku akhirnya tewas dalam penangkapan. Pria asal Maroko itu menjemput ajal di ujung timah panas polisi.

Meski demikian, polisi tidak bisa segera mengevakuasi Abouyaaqoub. Sebab di tubuhnya tertanam bahan peledak. Polisi bahkan sampai harus menurunkan robot untuk melepasnya.

Dortmund vs Madrid dan PSG vs Bayern Panaskan Matchday 2

Dortmund vs Madrid dan PSG vs Bayern Panaskan Matchday 2

Jakarta – Liga Champions matchday 2 akan kembali diwarnai big match. Sang juara bertahan Real Madrid ditantang Borussia Dortmund, sementara Paris Saint-Germain sudah ditunggu Bayern Munich.

Madrid yang tergabung di Grup H akan melawat ke markas Dortmund pada Rabu (27/9/2017) dini hari WIB. Tandang ke Signal Iduna Park, Madrid berbekal kemenangan atas Deportivo Alaves di La Liga akhir pekan kemarin.

Tapi mengalahkan Dortmund di kandangnya sendiri bukan perkara mudah untuk Madrid. Los Blancos tercatat belum pernah menang dalam enam kali lawatan ke Signal Iduna Park (D3 L3).

Dortmund juga sedang dalam keadaan moral yang tinggi menyusul start impresifnya di Bundesliga. Tim arahan Peter Bosz itu memuncaki klasemen sementara usai meraih lima kemenangan dan satu hasil seri.

Selain itu, Dortmund juga dikenal tangguh di kandang sendiri. Mereka sudah tak terkalahkan dalam 41 pertandingan kandang di Bundesliga.

Pertandingan Grup H lainnya akan mempertemukan APOEL dengan Tottenham Hotspur. Berbekal kemenangan 3-1 atas Dortmund di matchday 1, Spurs tentu ingin melanjutkan start okenya di Liga Champions.

Dari Grup B, big match lainnya akan mengetengahkan laga antara PSG dan Bayern Munich pada Kamis (28/9/2017) dini hari WIB. Setelah menang mudah 5-0 atas Celtic di matchday 1, PSG akan mendapat ujian sesungguhnya pada tengah pekan ini.

Kiprah PSG di Liga Champions jadi sorotan menyusul bergabungnya Neymar dan Kylian Mbappe. Di matchday 1 lalu, Neymar dan Mbappe mencetak gol dalam kemenangan telak 5-0 PSG atas Celtic.

Jika PSG sedang dalam tren positif, tidak demikian dengan Bayern. Tim arahan Carlo Ancelotti itu sedang naik turun di Bundesliga. Mereka sudah kalah dan imbang masing-masing satu kali dalam enam laga yang sudah dijalani.

Menarik untuk dinanti bagaimana Bayern akan meredam trisula penyerang PSG yang sedang on fire. Edinson Cavani sejauh ini sudah mencetak sembilan gol, sementara Neymar lima gol, dan Mbappe dua gol.

Dari Grup C, pertandingan seru juga akan tersaji antara Atletico Madrid dan Chelsea. Adu taktik antara Diego Simeone dan Antonio Conte layak untuk disaksikan.

Di Grup F, Manchester City berpeluang untuk melajutkan laju impresifnya kala menjamu Shakhtar Donetsk. Sementara Napoli akan kedatangan tim Belanda, Feyenoord.

Barcelona akan menjalani matchday 2 di markas Sporting CP. Sedangkan Juventus kedatangan Olympiakos.

Sementara itu, dua tim Premier League akan sama-sama melawat ke Moskow. Manchester United akan ditantang CSKA Moskow, sementara Liverpool sudah ditunggu Spartak Moskow.

Ucapan Duka Ronaldo untuk Penggemar Cilik Korban Gempa Meksiko

Ucapan Duka Ronaldo untuk Penggemar Cilik Korban Gempa Meksiko

Madrid – Cristiano Ronaldo ikut berduka atas terjadinya bencana gempa bumi yang mengguncang Meksiko. Apalagi, salah satu penggemar beratnya ikut jadi korban bencana tersebut.

Meksiko diguncang gempa berkekuatan 7,1 Skala Richter (SR) pada Selasa (19/9/2017) lalu. Ratusan nyawa melayang karena tertimbun puluhan gedung yang ambruk.

Salah satu korban gempa ini adalah Santiago Flores. Santiago tewas tertimbun reruntuhan gedung sekolahnya.

Kerabat Santiago rupanya menulis surat kepada Cristiano Ronaldo dan mengungkapkan bahwa Santiago adalah penggemar berat Ronaldo. Surat tersebut mendapatkan respons dari bintang Real Madrid itu.

Ronaldo mengunggah foto di Twitter @Cristiano dengan pose tengah memegang jersey Madrid lengkap dengan tanda tangannya.

Di jersey itu tertulis kalimat, ‘Untuk penggemar nomor satu saya, Santiago’.

Pesan simpati juga ditulis Ronaldo untuk keluarga Santiago. “Di momen yang menyedihkan ini, saya mengirim pelukan untuk keluarga Santiago dan semua keluarga yang kehilangan orang-orang yang dicintainya,” tulis Ronaldo dalam bahasa Portugal.

Selain Ronaldo, tim sekota Real Madrid yakni Atletico juga menyampaikan simpatinya untuk korban gempa Meksiko. Los Colchoneros bahkan menyumbang 50 ribu euro atau sekitar Rp 790 juta.